RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengecek perkembangan rencana pembangunan industri baterai listrik, dalam rapat terbatas (ratas) bersama para menteri kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, (31/5). Ia minta para pembantunya gerak cepat (gercep). Mereka dikasih tenggat waktu sampai September.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Invetasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, usai ratas.
“Alhamdulillah tadi arahannya (Presiden) kita akan melakukan percepatan karena investasi ini akan dibangun dalam kawasan industri yang green energy, akan memakai tenaga angin di Sulawesi di Bantaeng,” jelas Bahlil.
Presiden pun meminta agar percepatan pembangunan ekosistem tersebut dapat dilakukan utamanya dalam proses administrasi. Namun demikian, Presiden mengingatkan agar percepatan tetap dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Negara ini terlalu banyak kajian sampai kemudian hal-hal prinsip kita lupa. Jadi arahan Bapak Presiden jelas minta dipercepat, di bulan September harus semuanya sudah selesai,” lanjutnya.
Mantan Ketua HIPMI ini membeberkan bahwa investasi di industri baterai mobil listrik itu melibatkan konsorsium dari Inggris. Bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dunia dan perusahaan nasional PT Aneka Tambang (Antam).
Baca juga : Moeldoko Optimis Industri Kendaraan Listrik RI Terus Berkembang
Menurut Bahlil, investasi pembangunan tersebut nantinya mulai dari tambang hingga sel baterai.
“Investasi kurang lebih sekitar 9 billion USD dalam rencana. Kalau bisa kita percepat kita lakukan. Ini investasi pembangunan ekosistem baterai mobil dari tambang sampai battery cell,” katanya.
Bahlil pun berharap investasi ini nantinya mampu menghasilkan sel baterai hingga 20 gigawatt hour (GWh) pada tahap pertama produksi. Untuk tahap selanjutnya, menurut Bahlil, proses produksi dapat terus ditingkatkan berdasarkan permintaan pasar baik di dalam maupun luar negeri.
Baca juga : Produk UMKM Jateng Terbukti Naik Kelas, Nilai Ekspor Tembus 2,5 Miliar Dolar AS
“Nah ke depan pasti akan ditingkatkan berdasarkan permintaan dalam negeri maupun untuk ekspor,” ujar Bahlil.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.