RM.id Rakyat Merdeka - Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) terus mendorong agar para pemimpin generasi emas 2045 memiliki wawasan kepemimpinan global. MIPI berpandangan, bekal tersebut penting dimiliki generasi muda sebagai modal dalam merespons tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Maka pikiran-pikiran warga bangsa negara itu harus dipelihara terus, di-maintenance, dikelola. Karena yang namanya virus peradaban, virus pikiran itu sewaktu-waktu juga datang,” ujar Ketua Umum MIPI Bahtiar, dalam sambutannya pada acara Kick-Off Prominent Leaders Academy Program, di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, Selasa (6/6).
Bahtiar melanjutkan, perkembangan demokrasi yang dirasakan bangsa Indonesia terus mengalami pergerakan dinamis. Hal tersebut perlu didukung dengan penguatan iklim demokrasi di segala lini, termasuk dari organisasi kemasyarakatan.
Baca juga : Mega Dan Jokowi Sering Diskusi Bahas Pengentasan Kemiskinan
Oleh karena itu, Bahtiar mengapresiasi adanya penguatan demokrasi, yang salah satunya terwujud dari sejumlah konten podcast di YouTube. Hal itu bakal memperkaya gagasan yang bisa mendukung penguatan iklim demokrasi.
“Intinya adalah persoalan demokrasi hari ini adalah soal demokratisasi ide. Orang sudah mulai takut berdebat dengan dosennya. Kenapa takut debat dengan dosennya? Karena mungkin dia (mahasiswa) kurang membaca,” beber Bahtiar.
Pada kesempatan itu, Bahtiar kembali menekankan kepada seluruh pegiat organisasi kemasyarakatan untuk mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Emas 2045. Dia mengimbau agar para generasi muda betul-betul meningkatkan kapasitasnya. Hal ini sebagai bentuk menghindari adanya potensi kegagalan dalam mengoptimalkan peran generasi emas.
Baca juga : Ganjar Dorong Gen Z Rawat Dan Kembangkan Seni Budaya Indonesia
Dirinya mencontohkan, sejumlah negara diketahui mengalami kegagalan dalam memanfaatkan potensi generasi produktif. Kondisi itu juga ditambah dengan meningkatnya kasus dan angka kriminalitas di kawasan itu. Bahtiar mewanti-wanti agar kondisi tersebut dapat dijadikan pelajaran oleh generasi muda di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Bahtiar juga memacu para generasi muda agar dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, penggunaan narkoba dinilai telah terbukti membawa kerugian bagi bangsa dan negara, khususnya terhadap generasi muda.
“Data menunjukkan seluruh negara di dunia hari ini, yang toleran terhadap narkoba bukannya pendapatan negara atau PDB-nya naik, atau kesejahteraannya naik, tetapi yang naik adalah jumlah kriminalnya. Ini nyata-nyata menjadi ancaman bagi generasi muda kita,” pungkas Bahtiar.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.