Sebelumnya
Dia menyampaikan, awan hujan yang berhasil diciptakan di luar Jakarta tidak mampu bergerak ke ibu kota karena banyak dihiasi gedung-gedung tinggi yang membuat sirkulasi udaranya terganggu.
Namun, dia menegaskan, upaya tersebut akan terus dilakukan pemerintah demi menghadirkan udara yang bersih. “Nanti kita lihat lagi tanggal 28 Agustus, lalu tanggal 2 atau 4 September,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Laboratorium Pengelolaan TMC Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Budi Harsoyo menjelaskan, pihaknya juga berupaya mengurangi polusi udara di Jakarta. Salah satunya menaburkan 800 kilogram garam di atas ketinggian 9.000-10.000 kaki. Wilayah itu meliputi Kabupaten Cianjur, Depok, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
Baca juga : Tekan Polusi Udara, Kemenperin Minta Ini Ke Industri
Tapi sayang, usaha itu belum bisa menurunkan hujan di Jakarta. Ia pun akan melakukan cara berbeda dan berupaya melakukan kegiatan TMC untuk ‘mengganggu’ stabilitas atmosfer. Caranya adalah menaburkan bahan semai dalam bentuk dry ice atau es kering di ketinggian tertentu di udara.
“Nah ini yang akan kita ganggu, dibuka ibaratnya. Sehingga kumpulan-kumpulan polutan yang terkungkung di sekitar wilayah Jakarta bisa terus naik ke atas,” tandasnya.
Diketahui, tiga hari setelah penyemaian garam di awan pada 19 Agustus 2023, data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih mendeteksi banyak wilayah Jabodetabek dengan polusi udara pekat. Indikator utamanya adalah pencemar (polutan) dengan ukuran amat kecil (PM10 dan PM2.5) yang biasanya berasal dari asap kendaraan bermotor dan industri.
Baca juga : Wamen Tiko Ajak Warga Naik LRT Jabodebek
Warganet ikut mengomentari usaha pemerintah mengurangi polusi udara. Mereka berharap upaya pemerintah menghadirkan hujan di Ibu Kota bisa membuahkan hasil. Sebab, mereka mengakui, belakangan ini udara makin sesak dan sinar matahari terasa begitu menyengat kulit.
“Siang panas banget subhanallah. Tapi kemarin Depok hujan katanya dan dengar-dengar Jakarta juga mau dibuat hujan buatan buat mengurangi polusi,” cuit akun @fuhayra. “Menghilangkan asap di Jakarta paling ampuh buat rekayasa hujan buatan,” timpal akun @machrilmachril1.
Meski banyak yang berharap hujan bisa turun di Jakarta, ada juga warganet yang khawatir ada bencana lain jika curah air yang jatuh dari langit terlalu banyak. “Masalahnya kalau terus terusan bikin hujan buatan, banjir,” sindir akun @Andry18916980.
Baca juga : Sasar Basis Pekerja, Relawan Buruh Ganjar Deklarasi Di Jatim
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 23/8/2023 dengan judul Obati Polusi Udara, Hujan Buatan Nggak Berhasil Di Jakarta
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.