BREAKING NEWS
 

Gus Yahya Ajak Para Pemimpin Agama Stop Bencana Kemanusiaan Di Gaza

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 21 November 2023 19:33 WIB
Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf saat jumpa pers ISORA di Jakarta, Selasa (21/11/2023). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar R20 International Summit of Religious Authorities (ISORA) di Jakarta, Senin (27/11/2023). Kegiatan yang akan dibuka Presiden Jokowi ini dalam rangka meletakkan pengaruh bagi para pemangku kebijakan dan komunitas di sekitarnya.

"Kita berharap hasil ISORA bukan hanya pernyataan bersama, tapi kesepakatan bertindak dalam jangkauan masing-masing untuk mempengaruhi dinamika sekarang," kata Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Gus Yahya berharap, kegiatan ini dapat menggerakkan para aktor global dan tokoh-tokoh agama untuk menyuarakan gencatan senjata di Palestina. "Menghentikan segera bencana kemanusiaan berlangsung di Gaza," kata dia.

Baca juga : Penyidik KPK Bongkar Kebohongan Dua Saksi

"Otoritas agama akan memobilisasi kekuatan yang mereka punya untuk bergerak dan bertindak nyata pada komunitasnya dan lingkaran pemangku kebijakan untuk bergerak maju," tambahnya. 

ISORA, kata dia, akan membahas mengenai masalah fundamental konflik yang masih terjadi sampai sekarang bahkan semakin parah di Timur Tengah, yaitu melemahnya tatanan internasional yang seharusnya menjadi aturan internasional dan disepakati negara-negara. "Memberikan solusi berkelanjutan yang kita hadapi bersama," kata Gus Yahya.

Adsense

Gus Yahya menegaskan, masalah ini bukan hanya terjadi pada satu kelompok saja, tapi masalah bagi kemanusiaan. "Jika kemanusiaan tidak bisa menyelesaikan masalah Palestina, maka kemanusiaan itu gagal pada dirinya sendiri," katanya.

Baca juga : BBN Airlines Indonesia Fasilitasi Misi Pengiriman Bantuan Kemanusiaan Ke Palestina

Gus Yahya meyakini,  kemanusiaan masih dapat dan patut untuk membantu. "Kita tidak boleh berhenti (bertindak) sampai menemukan solusi untuk masalah saudara-saudara kita di Palestina dan seluruh orang yang menghadapi masalah sama," ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun mengatakan, pihaknya butuh perdamaian yang sesungguhnya. Orang tidak akan percaya apa yang terjadi di Gaza, Palestina hari-hari ini, yaitu sebuah genosida, holocaust baru, dan kriminal yang dilakukan Israel.

"Orang-orang dibunuh sampai hari ini, bahkan hari demi hari. Kita berharap ini sudah terakhir," ujarnya.

Baca juga : Muhammadiyah Desak Netanyahu Diseret Ke Pengadilan HAM Karena Genosida Di Gaza

Kegiatan ini akan diikuti 150 partisipan dengan 40 di antaranya dari luar negeri. Kegiatan ini akan mengangkat tema "Peran Agama dalam Mengatasi Kekerasan di Timur Tengah dan Ancaman terhadap Tatanan Internasional Berbasis Aturan,” tukasnya.

Kegiatan bakal menghadirkan empat narasumber kunci, yakni Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Grand Syekh Al-Azhar Syekh Ahmad al-Thayyeb, Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL) Syekh Mohammed bin Abdul Karim al-Issa, dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gueterres (dalam konfirmasi).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense