RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menyerukan kepada PMI untuk mengedukasi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri dengan cara kekinian.
Hal itu Benny sampaikan pada acara seremoni pelepasan 988 PMI yang akan bekerja di Korea Selatan dan Jepang di Hotel el Royal, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (17/6/2024).
"Saudara-saudara gunakan handphone tiba di luar negeri, buat video singkat berikan pesan kepada orang-orang terdekat kalian di kampung agar berani bekerja ke luar negeri merebut mimpi, tapi dengan cara resmi," seru Benny.
Baca juga : Ajak Warga Makan Siang, Presiden Didoakan Sehat Terus Dan Murah Rezeki
Benny menambahkan, para PMI bisa memanfaatkan sosial media untuk membagikan momen-momen kegembiraan mereka ketika mengadu nasib di negeri orang.
"Misalnya ketika kalian sudah tiba di Jepang atau Korea bagaimana kalian bekerja dengan nyaman, kalian liburan minum kopi di mall atau di tempat wisata tempat kalian bekerja. Ini semua bisa kalian videokan untuk mengedukasi orang-orang terdekat kalian yang punya keinginan merebut mimpi bekerja di luar negeri," papar Benny.
Sekjen Partai Hanura itu mengingatkan risiko tinggi menjadi PMI non-prosedural di luar negeri. Menurut Benny, sudah banyak kasus PMI yang dipekerjakan tidak wajar dan tanpa jaminan.
Baca juga : Belanja Online Saat Tidur, Utang Numpuk Rp 61 Juta
"Tidak kurang empat peti jenazah setiap hari masuk ke Indonesia," ucapnya.
Untuk itu, Benny mengajak PMI untuk membantu peran Pemerintah dalam mengkampanyekan kegiatan-kegiatan positif selama bekerja di negara penempatan.
Ini, diakui Benny bisa menjadi magnet agar minat masyarakat bekerja ke luar negeri semakin tinggi.
Baca juga : Kak Wulan Bikin Petani Mawar Nganjuk Punya Harapan Baru
"Bantu Pemerintah, bantu kami kampanyekan hal-hal yang kalian alami bagaimana kalian menikmati dari sebuah proses panjang bekerja secara resmi ke Jepang maupun Korea," tutur mantan anggota DPR RI itu.
"Bantulah juga saudara-saudara kita agar tidak menjadi korban penempatan tidak resmi," pungkas Benny.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.