BREAKING NEWS
 

Kasih Kunci Enkripsi Secara Gratis

Hacker PDN Baik Hati, Tapi Ngancam...

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : SISWANTO
Jumat, 5 Juli 2024 08:10 WIB
Ilustrasi hacker. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Brain Chiper, hacker peretas data Pusat Data Nasional (PDN) milik pemerintah memenuhi janjinya memberikan kunci untuk membuka enkripsi secara gratis. Namun, si hacker ini mengancam sewaktu-waktu bakal membocorkan data yang dicurinya. Aneh kan.

Dalam unggahan berjudul ‘Now We Will Answer The Most Popular Question’ yang diposting akun X @stealthmole_int, Rabu (3/7/2024), Brain Cipher mengklaim telah menepati janjinya kepada pemerintah. Dalam waktu 1×24 jam, mereka memberikan kunci enkripsi PDN Sementara (PDNS) II di Surabaya.

“Ini adalah kali pertama dan terakhir korban menerima kunci secara gratis,” tulis Brain Cipher.

Baca juga : Kang Emil Nyaman Di Puncak Survei

Kelompok ini juga menyertakan link download decryptor untuk membuka PDNS yang diretasnya, beberapa pekan lalu. Kunci tersebut bisa diunduh dan diaplikasikan ke server data center untuk membuka data yang dienkripsi.

Selanjutnya, Brain Cipher memberikan panduan bagi Pemerintah untuk menggunakan kunci yang dibagikan. Pemerintah cukup mengunduh dan merestorasi datanya hanya dalam beberapa langkah saja.

Namun, dalam postingannya itu, Brain Cipher juga menuntut Pemerintah mengonfirmasi bahwa kunci yang diberikannya dapat berfungsi dan mampu memulihkan data yang terenkripsi. Setelah itu, kelompok ini menegaskan bakal menghapus data yang dicurinya secara permanen.

Baca juga : Wapres Dukung Rencana Dibentuknya Satgas PPDB

“Jika pihak kedua mengatakan bahwa mereka telah memulihkan datanya sendiri atau dengan bantuan pihak ketiga, kami akan mempublikasikan data tersebut,” ancamnya.

Benarkah kunci enkripsi sudah diberikan hakcer? Sebelum mengumumkan mengundurkan diri dari jabatannya, Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan membenarkan hal itu. Dia mengakui, pihaknya telah menerima kunci enkripsi untuk membuka data PDNS yang sempat disandera Brain Cipher.

Ia pun mengaku telah berhasil membuka kembali data-data yang dikunci. Setidaknya, terhadap sampel data yang diambil Kominfo dari PDNS II Surabaya. Namun, dia belum bisa memastikan apakah kunci itu berfungsi penuh untuk seluruh data PDNS yang terenkripsi.

Baca juga : Mahfud MD Berharap Besar Kepada Prabowo

“Kita sudah coba di spesimen kita memang berhasil dibuka, tapi kita belum tahu karena kan yang dikunci banyak. Itu masih lagi dikerjakan teman-teman teknis,” kata Semuel di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (4/7/2024).

Semuel menegaskan, BSSN dan Cyber Crime bakal menelusuri siapa dalang di balik peretasan. Termasuk informasi yang menyebut pelakunya adalah orang dalam. “Itu semua lagi diinvestigasi,” tegasnya.

Adsense

Setelah memberikan penjelasan itu, Samuel lantas mengumumkan mengundurkan diri. Keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas insiden serangan ransomware terhadap PDNS.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense