BREAKING NEWS
 

Ini Perpustakaan di Titik Nol Kabupaten Malaka, Diresmikan Sestama Perpusnas

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 17 Juli 2024 17:22 WIB
Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Malaka. (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Utama (Sestama) Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Joko Santoso meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Malaka. Peresmian dilakukan bersama Bupati Malaka Simon Nahak, di Betun, Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (17/7/2024). Pembangunan gedung perpustakaan di kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik subbidang perpustakaan daerah tahun anggaran 2023.

Joko menyatakan, perpustakaan memiliki esensi terkait dengan masa lalu dan masa depan. Menurutnya, perpustakaan sama halnya dengan tokoh mitologi Romawi, Janus. Dewa ini memiliki dua wajah yang masing-masing menghadap masa lalu dan menghadap masa depan. Perpustakaan terkait dengan masa lalu dan masa depan melalui koleksi yang dimilikinya.

“Ketika kita bicara perpustakaan, kita bicara tentang koleksi yang menggambarkan kekayaan kita, keragaman kita, berbagai macam budaya di masa lalu dan nilai kearifan lokal yang terus kita pelihara. Kita merawat ingatan bersama dalam berbagai macam rekaman, bahan perpustakaan, surat kabar, majalah. Itu adalah upaya kita merawat nilai-nilai itu jadi bagian dari peradaban dan ingatan masa lalu kita,” jelasnya, usai membubuhkan tanda tangan di prasasti.

Selain itu, perpustakaan juga berbicara mengenai masa depan. Di perpustakaan tersedia kajian, proyeksi, dan perkiraan mengenai masa depan.

“Itu semua bisa kita lakukan dengan mengkaji buku-buku. Dan Janus juga berbicara tentang masa depan itu, di mana salah satu muka menghadap ke masa depan,” tuturnya.

Dia mengapresiasi pemikiran Bupati Simon yang menilai gerakan literasi sebagai gerakan sosial. Perpustakaan merupakan rumah terbuka bagi siapa saja dan ruang publik bagi siapa pun dalam beraktivitas dan memanfaatkan pengetahuan.

Baca juga : Mendagri Perintahkan Daerah Tekan Kenaikan Harga Beras

“Siapa pun boleh melakukan berbagai macam kegiatan terkait dengan budaya, kesejahteraan dan ekonomi, pembelajaran sepanjang hayat. Karena kebutuhan untuk memutakhirkan pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan, tidak akan pernah berhenti,” ungkapnya.

Joko terkesan dengan tema gedung perpustakaan yakni merah putih. Menurutnya, hal ini melambangkan nasionalisme, patriotisme, dan semangat untuk merawat kebangsaan.

Terkait fasilitas layanan perpustakaan, dia mengapresiasi kehadiran ruang audiovisual. Hal ini baik untuk memfasilitasi generasi milenial dan generasi Z, yang secara demografi mendominasi masyarakat.

“Generasi Z itu menyukai pengetahuan dalam bentuk multimedia. Jadi ruang multimedia ini sungguh tepat untuk kita mentransformasikan pengetahuan untuk generasi milenial itu,” jelasnya.

Adsense

Meski begitu, dia menegaskan, koleksi tercetak juga masih dibutuhkan masyarakat. Selain itu, dia berharap berbagai program kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dilangsungkan di perpustakaan.

“Karena layanan perpustakaan adalah layanan yang inklusif, bukan eksklusif. Inklusif artinya siapa pun boleh datang ke perpustakaan, yang bersepatu, yang sandal jepit, boleh. Kenapa? Karena semua memiliki kebutuhan yang sama akan pengetahuan. Ibu, kaum perempuan, pemuda, berbagai macam komunitas,” urainya.

Baca juga : Ini Curhatan Cindra Aditi, Korban Asusila Mantan Ketua KPU Hasyim Asyari

Dia menambahkan, tahun ini, Perpusnas mengusung program bantuan buku bacaan bermutu. Program ini menyalurkan bantuan untuk 10 ribu perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat yang masing-masing menerima seribu buku. Di Kabupaten Malaka, ada delapan desa yang menerima bantuan ini.

“Kami berikan masing-masing seribu buku dan satu rak. Lami juga melatih tenaga pengelola agar ada upaya untuk terus memanfaatkan bacaan bermutu yang kami sasar untuk anak SD dan PAUD agar mereka mencintai membaca buku sejak dini, agar mereka menemukan cinta pertamanya kepada buku,” sebutnya.

Dia berharap, masyarakat menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang terbuka bagi masyarakat. “Untuk bisa melatih keterampilan dan kecakapan, belajar kontekstual, mengatasi berbagai persoalan yang ada di lingkungan kita dan wahana pembelajaran sepanjang hayat,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Simon menjelaskan, lokasi gedung perpustakaan merupakan titik nol Kabupaten Malaka. Sebelumnya, lokasi gedung perpustakaan merupakan kantor kecamatan. “Sekilas gambaran kenapa perpustakaan harus di sini, karena berbicara tentang pendidikan, jantungnya ada pada perpustakaan,” tuturnya.

Dia menegaskan, kehadiran gedung perpustakaan dibutuhkan untuk menunjang peningkatan sumber daya manusia di kabupatennya. Dia berharap masyarakat menjaga kebersihan perpustakaan dengan tiga lantai tersebut.

“Salah satu program unggulan kami adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Maka butuh fasilitas seperti ini. Sampai dengan ruang disabilitas juga kita sediakan. Jadi perpustakaan ini menerima semua orang untuk baca,” ujarnya.

Baca juga : Perpustakaan Bung Karno Gelar Expo 2024, Dibuka Wali Kota Blitar

Dia mengapresiasi perhatian Pemerintah Pusat terhadap Kabupaten Malaka. Terlebih, Malaka merupakan kabupaten termuda di NTT.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama begini baik dengan kabupaten kami yang masih muda. Kabupaten ini baru dibentuk 2013, kabupaten bungsu di provinsi NTT. Tapi perhatian pemerintah pusat ini ternyata tidak membedakan,” pungkasnya.

Selain pembangunan gedung perpustakaan, Kabupaten Malaka juga menerima DAK fisik subbidang perpustakaan daerah berupa bantuan sarana prasarana meliputi TIK, perabot, dan bahan pustaka.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense