RM.id Rakyat Merdeka - Upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) terus digencarkan, kali ini dengan melibatkan badan usaha untuk mengakselerasi Program Konversi 1.000 Motor Listrik secara gratis.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan badan usaha yang digandeng oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini berasal dari BUMN maupun swasta.
Hal itu dilakukan untuk berpartisipasi mewujudkan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Dukungan badan usaha baik BUMN, maupun swasta nasional telah memberikan kontribusi yang besar dalam mewujudkan visi pemerintah untuk menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam peluncuran 1.000 unit konversi motor listrik di Jakarta, Kamis (22/8).
Baca juga : Banteng Cocok Di Luar Pemerintahan Saja
Program konversi ini tidak hanya terbatas pada motor masyarakat, tetapi juga mencakup kendaraan operasional milik badan usaha.
Bahkan, Dadan menyarankan agar program konversi ini dijadikan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
“Badan usaha juga dapat mengkonversi kendaraan operasional yang mereka miliki secara internal,” tambah Dadan.
Untuk mendukung program ini, Kementerian ESDM telah berhasil mengumpulkan dukungan dari 4 perusahaan yang melalui program CSR mereka akan mengonversi 64 unit motor pada tahun 2023. Selain itu, 50 perusahaan lainnya juga telah berkomitmen mengonversi 1.044 unit motor pada tahun 2024.
Baca juga : Wujudkan Energi Hijau, Pemerintah Dorong Kemajuan Industri Pupuk
Tidak hanya badan usaha, pemerintah juga mengajak pemerintah daerah untuk ikut serta dalam program ini dengan mengonversi kendaraan dinas plat merah menjadi motor listrik.
“Pemerintah menanggung semua biaya konversi kendaraan dinas plat merah yang ada di pemerintah daerah. Semuanya bisa dikonversi menjadi kendaraan listrik,” lanjut Dadan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukkan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiana Dewi, menyatakan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat, selain mengurangi emisi.
“Kita harapkan nanti multiplier efeknya bagi perekonomian masyarakat dalam rangka transisi energi yang berkeadilan ini berjalan dan tentunya kita mendukung industri lokal kita untuk bisa menghadirkan ikhtiar kita untuk mewujudkan ketahanan energi nasional,” ujar Eniya.
Baca juga : SRE Luncurkan Program Konversi Motor Listrik SRECharged Di Universitas Udayana
Selain itu, Eniya juga menekankan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik akan melahirkan keterampilan baru dan jenis pekerjaan yang berkaitan langsung dengan lingkungan yang lebih baik, atau yang dikenal dengan istilah green jobs.
“Kegiatan ini menumbuhkan skill baru, kita masuk ke gaya hidup yang berbeda. Ini salah satu wujud dari green jobs,” terang Eniya.
Dalam mendukung percepatan konversi motor listrik, saat ini terdapat 38 Bengkel Konversi bersertifikat Kementerian Perhubungan, dengan kapasitas konversi mencapai 42.216 unit per tahun.
Program ini juga didukung oleh AISMOLI (Association of Indonesian Electric Motorcycle Manufacturers) yang akan menyelenggarakan EV Conversion Racing pada 22 September 2024 dan 13 Oktober 2024 di Sentul Karting International Circuit, dengan berbagai kategori lomba seperti EV Race Sepeda Motor Konversi dan EV Endurance.'
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.