BREAKING NEWS
 

Komunitas Pecinta Rasulullah Gelar Parade Jalan Cinta

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : M ADE AL KAUTSAR
Minggu, 15 September 2024 10:28 WIB
Suasana Parade Jalan Cinta, di acara Car Free Day, Jakarta, Minggu (15/9). Foto: Susilo Yekti/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Komunitas Pecinta Rasulullah Saw yang terdiri dari beberapa Majelis Taklim dan Yayasan Islam, menggelar parade dengan tema, Parade Jalan Cinta, di acara Car Free Day, Jakarta (15/9).

Selain untuk menyambut Maulid, parade yang menghadirkan ratusan peserta ini bertujuan untuk meneladani Rasulullah Saw dengan misi Rahmatan lil Alamin dalam Bingkai Islam
Nusantara, sebagai sebuah gambaran dan pengingat bahwa Muslimin di Indonesia harus menunjukkan sikap Rahmatan lil Alamin dengan tetap menjunjung adat budayanya.

Dari pantauan Rakyat Merdeka, parade ini menjadi salah satu event yang menyita mata masyarakat. Sepanjang rute mulai dari Kawasan SCBD, Patung Pemuda Membangun, GBK, hingga Semanggi dipadati puluhan ribu penonton lintas usia yang tampak antusias menikmati pawai. Tak hanya warga lokal saja, banyak juga dijumpai wisatawan lokal maupun mancanegara yang turut menyaksikan pawai. 

Terpantau, para peserta yang mengikuti Parade Jalan Cinta tidak hanya mengusung tema-tema islami yang menjadi ciri khas Indonesia, namun juga mengusung keberagaman suku dan adat nusantara. 

Di barisan depan, parade dibuka oleh peserta  drum band, lengkap dengan alat musiknya. Di barisan kedua, ada kelompok peserta yang membawa bendera Merah putih berukuran besar. Sementara di barisan ketiga diisi barisan peserta yang mengenakan busana daerah.

Kemudian, di barisan keempat, ada barisan yang mengenakan pakaian ulama. Lalu di barisan kelima ada barisan yang menampilkan ibu-ibu rebana, disusul barisan yang mengangkut khubah rasul lalu ibu-ibu melayu.

Baca juga : Indonesia Dipastikan Raih Gelar Juara Di Taipei Open 2024 Melalui Ganda Putri

Selain itu ada juga barisan yang diisi peserta yang membawa gunungan buah dan di barisan terkahir ada barisan yang pesertanya adalah anak-anak yang ditemani orang tuanya.

"Selain menyambut maulid. Tujuan dari parade ini adalah syiar. Karena syiar tidak hanya dari ceramah namun juga melalui budaya. Harapan kita pertama orang indonesia ini mempertahankan budaya islam indonesia, islam nusantara, rahmatan lil alamin islam yang memiliki karakteristik keindonesiaan bahwa kita adalah orang islam dan kita adalah orang indonesia. Nah ini syiar," ujar Ketua Penasihat Komunitas Pecinta Rasulullah Saw DR. Umar Shahab.

Dia juga berharap, parade atau perayaan menyambut maulid seperti yang dilakukan komunitasnya bisa mendorong Pemda DKI untuk mengadakan acara yang sama  tiap tahun di Jakarta.

"Kalo ini adalah yang pertama di jakarta mungkin dalam tanda kutip kita berharap nanti pada event lain pada waktu yang lain tahun-tahu depan  bisa dikembangkan Pemda DKI, sehingga bisa menjadikan ini sebuah agenda tahunan dki untuk memeriahkan hari kelahiran nabi," ujarnya.

Adsense

Soal situasi kebangsaan saat ini, Umar menjelaskan  bahwa saat ini fenomena perpecahan dan pertentangan dengan mengatasnamakan agama, masih kerap ditemui baik dalam sekup besar di masyarakat kita ataupun dalam sekup kecil keluarga kita.

Padahal, sebut dia, Rasulullah Muhammad Saw, diutus untuk membawa misi Rahmatan lil Alamin, yang artinya kasih sayang untuk seluruh alam, sebuah misi yang sangat agung. Namun, sebagian kita malah membawa agama sebagai alat untuk membawa kepentingan.

Baca juga : Diselingkuhi, Gelar Pesta Nikah Tanpa Calon Suami

"Hoax dan fitnah dan segala upaya adu domba adalah sesuatu yang bertentangan dengan agama Islam," jelasnya.

Dia mengingatkan bahwa dalam Islam ada tiga macam persaudaraan yakni, persaudaraan kemanusiaan, persaudaraan keislaman dan persaudaraan kebangsaan. 

"Jadi dalam skup kebangsaan kita bersaudara dalam aspek apa pun," ujarnya.

Koordinator Komunitas Pecinta Rasulullah Saw, Mujib Munawan menambahkan, parade yang dilakukan komunitasnya dinamakan Parade Jalan Cinta karena parade tersebut untuk memeriahkan atau menyambut kelahiran Rasulullah Saw.

"Melalui parade ini kita juga mengingatkan kita harus meneladani dan mengikuti apa yang dicontohkan Rasulullah Saw dalam kehidupan kita sehari-hari," ujarnya.

Dia menjelaskan, Parade Jalan Cinta menampilkan juga beragam adat dan budaya nusantara, disamping tema-tema maulid, karena ingin menampilkan wajah Islam yang Rahmatan lil Alamin. Ini dilakukan untuk menepis stigma yang buruk terhadap Islam.

Baca juga : Pustakawan Utama Bukan Hanya Gelar, Harus Dijalankan Penuh Dedikasi

"Kita ingin menunjukkan  bahwa Islam yang Rahmatan lil Alamin itu bisa berpadu dengan budaya Indonesia. Sebab itu selain pakaian adat kita juga menampilkan barisan yang menampilkan pahlawan nasional," ujarnya.

Terkait jumlah peserta, Mujib mengklaim, jumlah peserta yang masuk dalam barisan mencapai 300 orang. Namun, bila ditotal dengan jumlah partisan maka jumlahnya mencapai 500 orang.

"Mereka datang dari majelis dan yayasan yang berada di sekitaran Jakarta," pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense