RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Jawa Timur. Penggeledahan ini terkait penyidikan kasus korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) tahun 2019-2022.
Upaya pengumpulan bukti korupsi telah dilakukan sejak awal pekan ini. “Tim sedang adadi Jawa Timur melakukan beberapa kegiatan,” kata Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Polisi Asep Guntur Rahayu.
Tim penyidik telah menyita sejumlah uang, kendaraan, dan barang bukti lainnya yang diduga terkait perkara.
Baca juga : BUMN Berperan Penting Saat & Pasca Covid
Di Bangkalan, Madura, penyidik menyita tujuh mobil. Berikut rinciannya, Mitsubishi Pajero Dakar 2022 warna hitam L 888 BY, Toyota Innova Venturer 2022 warna putih L 1281 GH), Toyota Hikix 2017 warna oranye tanpa nopol di bagian belakang, Honda CRV 2022 warna hitam M 788 LS.
Kemudian, Toyota Alphard Tipe G 2018 warna hitam L 988 MA, Toyota Avanza Tipe G warna putih (L 1761 WV), dan Minibus warna merah kombinasi putih M 7006 HB. Mobil-mobil ini dititipkan di kantor kepolisian resor setempat.
Sementara uang yang disita mencapai Rp 1 miliar. Namun, KPK tak mengungkapkan, siapa pemilik mobil dan uang yang disita itu.
Baca juga : Anggota DPR Baru Akan Terima Tunjangan Rumah
Asep mengemukakan, modus korupsi dana hibah untuk pokmas. Dana hibah itu, digunakan untuk membiayai sejumlah proyek. Salah satunya pembangunan jalan.
Proyek dipecah agar nilainya menjadi di bawah Rp 200 juta. Langkah ini untuk menghindari tender. Proyek di bawah Rp 200 juta boleh dilakukan penunjukan langsung.
Asep mengemukakan, dana hibah yang dikucurkan mencapai triliunan rupiah. Dana disalurkan lewat pokok pikiran (pokir) DPRD Provinsi Jawa Timur.
Baca juga : 3 Kader Banteng Diisukan Masuk Kabinet, Dasco Ngaku Tidak Tahu
“Sekitar 120 anggota DPRD Jatim masing-masing dapat. Itu untuk ke daerah masing-masing pokir. Hanya memang konsentrasi untuk pokir dana hibah ini kebanyakan sebarannya di Madura,” ungkapnya
Pemeriksaan para saksi puluhan ketua pokmas, anggota maupun mantan anggota DPRD Jawa Timur, terus dilakukan. Pemeriksaan dilakukan di kantor kepolisian setempat.
“Kami upayakan untuk panggilan di sini (Gedung Merah Putih KPK) untuk beberapa termasuk ketua ya,” kata Asep.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.