Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - BUMN punya peran penting dalam menangani krisis pandemi Covid-19 dan proses pemulihan pasca-pandemi. BUMN menjadi tulang punggung respons darurat nasional, dengan berbagai langkah strategis seperti produksi ventilator, penyediaan alat medis, hingga pembangunan rumah sakit.
Kesimpulan itu disampaikan Bank Dunia dalam laporan bertajuk "Building SOE: Crisis Management and Resilience”. Laporan ini, antara lain membahas soal mitigasi risiko bisnis BUMN, risiko manajemen, peran BUMN dan kepemilikan negara, hal yang sudah dilakukan BUMN, hingga tantangan BUMN ke depan. Laporan ini kembali diulas oleh BUMN dalam keterangan tertulis yang diterima Rakyat Merdeka, Jumat (4/10/2024).
Menurut Bank Dunia, Covid-19 memberikan tekanan hebat kepada Pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, termasuk BUMN. Siklus bisnis terganggu, pendapatan merosot tajam, dan risiko usaha tak terhindarkan.
Di tengah kondisi ini, kata Bank Dunia, BUMN mampu memainkan peran penting dalam masa pandemi Covid-19 dan pasca-pandemi. Secara global, BUMN telah menjadi salah satu perusahaan multinasional terbesar dan paling cepat berkembang dalam dua dekade terakhir.
“Dalam 10 tahun terakhir, sebuah studi IMF menemukan bahwa BUMN telah berlipat ganda dalam kepentingan di antara perusahaan terbesar di dunia: sebesar 45 triliun dolar AS, aset mereka sekarang mencapai 50 persen dari total PDB (Pendapatan Domestik Bruto) global,” tulis Bank Dunia, dalam laporannya.
Baca juga : Anggota DPR Baru Mulai Nikmati Surganya Senayan
Menurut Bank Dunia, BUMN berperan dalam memenuhi kebutuhan persediaan medis selama pandemi. Ketika rantai pasokan reguler terganggu atau ada larangan ekspor untuk barang-barang utama, Pemerintah melibatkan BUMN untuk menyediakan produk atau layanan medis.
Bank Dunia mengatakan, BUMN di Indonesia telah melakukan langkah strategis ini, misalnya dengan membangun prototipe ventilator yang sangat dibutuhkan selama pandemi. BUMN menyediakan segala kebutuhan medis yang diperlukan dan mendesak, hingga menyiapkan rumah sakit.
Menurut Bank Dunia, BUMN telah menjadi salah satu pemain utama dalam situasi darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar publik, merestrukturisasi utang, menyediakan layanan, hingga tetap menjaga keseimbangan bisnis. Padahal, di saat yang sama, BUMN juga menghadapi tantangan serius seperti masalah keuangan, pendapatan turun, pembatasan karyawan, bisnis tak berjalan baik, hingga persoalan distribusi.
Pemerintah pun memperkenalkan berbagai langkah dukungan untuk BUMN, termasuk bantuan keuangan melalui pinjaman, suntikan ekuitas, dan subsidi lainnya, terutama terbukti di sektor-sektor seperti penerbangan.
Laporan ADB
Selain Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB) juga ikut menyoroti peran BUMN. Dalam laporannya berjudul “Unlocking the Economic and social value of Indonesia’s State-Owned Enterprises", ADB menyebut peran besar BUMN dalam ekonomi Indonesia. BUMN memainkan peran menonjol yang sudah berlangsung lama dalam perekonomian Indonesia, menyumbang lebih dari 56 persen PDB sejak 2019.
Baca juga : 3 Kader Banteng Diisukan Masuk Kabinet, Dasco Ngaku Tidak Tahu
ADB menyebutkan, BUMN memiliki peran dalam memberikan nilai ekonomi dan nilai sosial. Nilai ekonomi dapat dilihat dari semakin naiknya aset, pendapatan, dan profit BUMN. Sedangkan nilai sosial bisa dilihat dari peran BUMN dalam menyediakan barang publik dalam bentuk PSO. Juga program sosial lainnya dalam berbagai bidang.
Namun, di balik kontribusi besarnya, BUMN juga menghadapi tantangan berat, termasuk penurunan pendapatan dan masalah keuangan, yang mendorong Pemerintah untuk memberikan dukungan melalui bantuan keuangan dan restrukturisasi perusahaan.
Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengatakan, kontribusi BUMN di berbagai negara terhadap perekonomian global dalam satu dekade terakhir memang menunjukkan tren yang meningkat. Indonesia merupakan salah satu negara dengan kontribusi BUMN terhadap perekonomian domestik yang signifikan.
Dari studi Kowalski disebutkan, kontribusi BUMN dalam perekonomian Indonesia hampir 69 persen. Sementara, BUMN China berkontribusi 96 persen dalam perekonomian negara.
Toto menyampaikan, kinerja keuangan BUMN menunjukkan tren positif selama empat tahun terakhir. Hal ini menandakan proses pemulihan BUMN pasca-pandemi Covid-19 telah berhasil.
Baca juga : Jokowi Happy Ending
Menurut Toto, peningkatan kinerja BUMN berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Hal ini tak lepas dari peran BUMN sebagai value creator sekaligus agen pembangunan.
"Dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003, BUMN tak sekadar meraup keuntungan semata, melainkan juga mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan dan aspek sosial kepada masyarakat," kata Toto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya