RM.id Rakyat Merdeka - Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) memberikan delapan rekomendasi kepada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dalam hal memodernisasi TNI. Rekomendasi pertama yaitu perbesar anggaran pertahanan.
Menurut Analis Utama Politik Keamanan LAB 45, Christian Guntur Lebang, tantangan institusi TNI ke depan semakin kompleks. Terutama pada target kekuatan pokok minimum Minimum Essential Force (MEF) yang dinilai Guntur belum maksimal.
"Kalau anggaran terbatas, kekuatan pun akan terbatas. Karena itu, semoga pertumbuhan ekonomi kita naik 8 persen sehingga kita betul-betul bisa menambah alat pertahanan," kata Guntur dalam acara seminar nasional "Evaluasi Kebijakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo: Bidang Politik Keamanan, Ekonomi, dan Media di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Selain itu, dibutuhkan juga perencanaan matang apabila anggaran pertahanan diperbesar. Mengingat, target MEF Indonesia di 2024 tidak tercapai 100 persen.
Baca juga : LAB 45 Pesan Pemerintahan Prabowo Tuntaskan Regulasi Sistem Pertahanan
"Kalau kami mengecek sumber terbuka, kami belum melihat ada perencanaan budget post seperti apa. Proyek jangka panjangnya juga kami tidak bisa mempelajarinya," ujar Guntur.
Dia bilang, anggaran pertahanan menjadi pekerjaan rumah yang mesti diprioritaskan pemerintahan Prabowo-Gibran. Karena proses realisasinya, disadari Guntur, tidak cukup lima tahun.
"Pasti diteruskan pemerintahan yang akan datang. Sehingga pentingnya perencanaan jangka panjang," bebernya.
LAB 45 juga merekomendasikan kepada Prabowo untuk mengambil kebijakan mutasi dan promosi jabatan berdasarkan kompetensi. Bukan lagi atas dasar kedekatan personal.
Baca juga : Investasi Rp 4 Triliun, Pabrik Kaca Terbesar Di Asia Tenggara Ada Di Batang
"Kami merasa Pak Prabowo juga nantinya sebagai Presiden harus secara tegas menutup celah-celah penempatan TNI di jabatan sipil," pinta Guntur.
Rekomendasi lainnya yakni menuntaskan kebutuhan regulasi di sektor pertahanan. Kemudian, sambung dia, rekomendasi keempat berharap Prabowo dapat mengeksekusi target pembangunan jangka pendek sesuai potensi krisis yang ada pada perkembangan nasional maupun global pada saat ini.
"Rekomendasi kelima rencana modernisasi serta pembangunan pertahanan jangka panjang," ucap Guntur.
Menurut Guntur, rencana pembangunan jangka pendek dan panjang TNI harus segera ditindaklanjuti secara nyata. Sehingga bisa lebih berdampak positif untuk pertahanan negara.
Baca juga : KSP Luncurkan Program Korporasi Petani Muda Untuk Masa Depan Pertanian
"Lalu pemimpin berikutnya harus menghindari faktor kedekatan personal dalam menentukan jabatan para perwira TNI," beber dia.
Guntur menambahkan, dua langkah terakhir yang bisa dilakukan Pemerintah berikutnya adalah penempatan prajurit aktif TNI di jabatan sipil tidak dimanfaatkan secara sporadis, dan tegas memegang semangat reformasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.