RM.id Rakyat Merdeka - Rencana Presiden terpilih Prabowo Subianto membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN) mendapat sambutan positif dari sejumlah kalangan. Termasuk dari kalangan ekonom.
Karena, badan yang diwacanakan untuk memisah Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dan Ditjen Bea Cukai dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu diyakini akan lebih efisien mendongkrak penerimaan negara.
Analis Sosial Ekonomi yang juga Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU), Sumantri Suwarno, mengaku sepakat dengan ide Prabowo membentuk BPN.
Baca juga : Mengoptimalkan Penerimaan Negara
“Sangat bagus sekali ya (rencana pembentukan BPN). Saya rasa, secara konseptual, saya sama Pak Prabowo ini optimis ya, beliau punya konsep, beliau punya visi, beliau punya strategi. Tapi memang PR-nya di implementasi,” kata Sumantri dalam keterangannya kepada wartawan, yang diterima redaksi Minggu (20/10).
Pria yang akrab disapa Mantris itu menyampaikan bahwa jika pembentukan BPN itu terwujud, efisiensi hingga capacity-building akan terbentuk dengan lebih baik.
“Dalam jangka menengah panjang akan terjadi efisiensi pengelolaan penerimaan negara, efisiensi itu maksudnya dalam prosesnya lebih mudah,” lanjutnya.
Baca juga : Perkembangan Ekonomi Digital Picu Permintaan Listrik Meningkat
Sumantri mengatakan, keberadaan BPN juga diyakini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Termasuk dalam konteks membangun kemampuan untuk meningkatkan penerimaan negara.
“Karena itu nanti semua sumber pendapatan negara yang berasal dari pajak, non pajak seperti PNBP nanti akan diagregasi atau akan dikumpulkan oleh lembaga itu,” katanya.
Sebagai informasi, pembentukan BPN merupakan salah satu program yang diusung pasangan Prabowo-Gibran.
Baca juga : Plt Mendes PDTT Muhajir Effendy Minta Percepatan Penyerapan Anggaran
Tujuan dari pembentukan ini adalah untuk memusatkan pendapatan negara dari sektor pajak, non-pajak, dan bea cukai dalam satu pintu.
Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dari sekitar 10 persen menjadi 23 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.