RM.id Rakyat Merdeka - Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang dulu gontok-gontokan rebutin kursi ketum PKB, kini ada di satu perahu yang sama, di Kabinet Merah Putih. Kisah ini mengingatkan kita akan kasus yang sama di periode kedua pemerintahan Jokowi. Moeldoko vs Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga berseteru soal rebutan kursi Ketum Demokrat, akhirnya sama-sama tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM).
Di Kabinet Merah Putih, Cak Imin ditunjuk sebagai Menko Bidang Kemasyarakatan. Jabatan ini nantinya akan mengkoordinasikan kinerja Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Sosial, dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran.
Sementara di kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Gus Ipul kembali menjadi Menteri Sosial. Maka dalam tugasnya, Gus Ipul akan bekerja di bawah koordinasi Cak Imin selaku Menko Bidang Kemasyarakatan.
Padahal, sebelum resmi dilantik sebagai menteri di Kabinet Merah Putih, Senin (21/10/2024) pagi, Cak Imin dan Gus Ipul terlibat dalam konflik panas. Pemicunya adalah usulan Imin agar DPR periode 2019-2024 membentuk Pansus Haji guna membongkar dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Haji 2024 yang dilakukan Kementerian Agama. Kemenag saat itu dipimpin Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut yang merupakan adik dari Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.
Baca juga : Meutya: Teruskan, Tidak Boleh Kendor
Upaya Imin cs di DPR bikin gerah PBNU. Gus Ipul yang menjabat sebagai Sekjen PBNU, melakukan serangan balasan dengan menggulirkan wacana Muktamar PKB. Tujuannya, untuk merebut PKB dari tangan Imin yang dalam Muktamar VI di Bali, terpilih kembali sebagai Ketum PKB. Imin yang tidak terima, beberapa kali melancarkan kritik keras terhadap Gus Ipul.
Kini, ketika keduanya sama-sama masuk dalam pemerintahan, apakah konflik ini akan berlanjut? Mungkinkah hubungan panas yang dulu sempat terjadi antara Moeldoko vs AHY akhirnya reda, ketika keduanya sama-sama di pemerintahan?
Ditanya soal itu, Imin mengaku tidak masalah harus bekerjasama dengan Gus Ipul. Sebagai salah satu Menko, Imin berjanji akan bekerja secara profesional. Dirinya akan mengesampingkan masalah pribadi yang sempat terjadi dengan Gus Ipul.
“Lupakan urusan kelompok, pribadi, partai, apalagi perbedaan pendapat,” tegas Imin, di Istana Negara, Jakarta, usai dirinya dilantik sebagai menteri.
Baca juga : Surya Paloh Ikhlas Tak Masuk Kabinet
Imin mengatakan, ruang lingkup dari Bidang Pemberdayaan Masyarakat meliputi sejumlah kementerian. Seperti Kementerian Kooperasi, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Sosial, dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran.
“Juga lembaga-lembaga terkait yang berhubungan dengan pemberdayaan institusional maupun pemberdayaan personal, individu,” kata Imin.
Dengan nomenklatur ini, Imin membenarkan, kementerian yang dipegangnya akan membawahi Kementerian Sosial yang dijabat Ipul. Meski begitu, Imin menjamin koordinasi dengan Ipul akan berjalan lancar.
“Ya ini kan nggak ada urusannya dengan partai. Nggak ada urusannya dengan latar belakang. Nggak ada urusan sama di luar kedinasan,” tegasnya.
Baca juga : Swasembada Pangan Jadi Harapan Rakyat Indonesia
Hal senada juga disampaikan Ipul. Dirinya tak masalah, tugas kementerian yang dipegangnya akan berada di bawah koordinasi Menko yang dijabat Imin. “Tidak ada masalah dengan siapa saja,” jawab Ipul, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2024).
Setelah pelantikan, Ipul segera melakukan koordinasi dengan kementerian terkait lainnya. “Nanti sesuai arahan presiden seperti apa, ya kita pasti akan berkoordinasi. Tidak hanya dengan Cak Imin, tapi dengan semua kementerian,” tegasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 22 Oktober 2024 dengan judul Gabung Pemerintahan Setelah Ributin Kursi Ketum, Dulu Moeldoko Vs AHY Kini Cak Imin Vs Gus Ipul
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.