Dark/Light Mode

Luruskan Pendapat Publik

Surya Paloh Ikhlas Tak Masuk Kabinet

Selasa, 22 Oktober 2024 07:30 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Nasional Demokrat (NasDem) ikhlas tidak mendapatkan kursi menteri setelah menyatakan dukungan terhadap Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Saya pikir NasDem ingin mempergunakan momentum ini sebagai satu implikasi yang mempunyai nilai dalam satu proses pendidikan politik yang berlangsung,” ujar Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Jakarta, Senin (21/10/2024).

Politisi asal Aceh itu memak­lumi, publik saat ini sedang menganggap buruk peran partai politik. Persepsi masyarakat terhadap institusi partai poli­tik bukan situasi yang positif. Padahal, parpol membutuhkan kepercayaan publik sebagai legitimasi dalam menerapkan sistem politik demokrasi.

Baca juga : Swasembada Pangan Jadi Harapan Rakyat Indonesia

Bagi Paloh, mendapatkan tawaran bergabung adalah suatu kehormatan bagi sebuah partai. Ihwal ini, NasDem memberikan bentuk bukan sebagai wakil par­tai di dalam sebuah kementerian. Melainkan, dukungan 69 anggota DPR untuk mengawal kebijakan Prabowo-Gibran di Senayan.

“Pengawalan tersebut meli­puti hak budgeting, hak legislasi serta pengawasan,” pungkasnya.

Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto menegas­kan, partainya berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah sekalipun tidak bergabung dalam kabinet.

Baca juga : Pemilih Gampang Berubah Karena Diiming-imingi Uang

"Ini koalisi yang betul-betul sepenuh hati," kata Sugeng.

Sugeng menyadari, publik bertanya-tanya perihal NasDem tak mengambil jatah menteri.

"NasDem tidak punya hak moral mengambil jatah menteri. Biarkanlah menteri ini disusun koalisi yang waktu itu memenang­kan Pak Prabowo," ujarnya.

Baca juga : Prabowo Menunjukkan Keberanian Dan Patriotik

Dia menegaskan, NasDem akan mendukung Pemerintahan lewat legislatif. Banyak hal yang akan dipantau untuk mendukung Pemerintahan ke depan.

Pertama legislasi, budgeting atau anggaran bagaimana pendapatan didapatkan, baik dari pajak mau­pun PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) pendapatan negara bukan pajak, demikian juga pengawasan jalannya pemerintahan.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah melantik menteri dan wakil menteri. Namun, tidak ada kader NasDem yang ikut dilantik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.