RM.id Rakyat Merdeka - Pejuang tanah Batak yang juga Raja Kerjaan Raya, Tuan Rondahaim Saragih kembali diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.
Sebab, Rondahaim dinilai telah berperan dalam memimpin dan melakukan perjuangan mempertahankan wilayah Indonesia dari penjajahan Belanda, khususnya dari Simalungun, Sumatera Utara.
Hal tersebut disampaikan mantan Bupati Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) Jopinus Ramli Saragih dalam acara diskusi di Jakarta, Rabu (23/10/2024).
Jopinus membeberkan rekam jejak perjuangan Rondahaim Saragih dalam melawan penjajah. Pria yang lahir pada tahun 1828 satu dari tujuh Raja Simalungun yang sangat gigih melawan penjajah pada masa Kolonial Belanda saat itu.
"Strategi perang terbuka dan gerilya yang dipimpin Tuan Rondahaim kerap membuat Belanda kerepotan," kata Jopinus.
Jopinus menjelaskan, bahwa Rondahaim membentuk pasukan gabungan dari kerajaan kecil di wilayah Simalungun.
Baca juga : Deputi Lasro: Teramat Mendalam Pelajaran dan Legacy dari Benny Rhamdani
Ia juga melatih para pasukan itu sebagai pasukan gerilya ataupun kavaleri. Pasukan Rondahaim terang dia, ditempatkan di beberapa pos di perkampungan untuk menjaga wilayah dari serangan Belanda.
"Rondahaim berjuang melawan penjajahan Kolonial Belanda dengan senjata dari hasil barter rempah-rempah dari Malaka yang saat itu dikuasai Portugis," ungkap Jopinus.
Dia mengenang sosok yang bergelar Tuan Namabajan ini pernah membakar perkebunan milik Belanda yang meluas hingga tanah Simalungun pada saat itu.
"Beliau memiliki sifat pantang menyerah, dan semangat juang yang tinggi sehingga dia sangat sulit ditaklukkan oleh Belanda pada saat itu," bebernya.
Namun, di tengah peperangan, sekitar tahun 1891, Tuan Rondahaim meninggal dunia karena usia tua.
Atas jasa-jasa yang dia buat selama memimpin Kerajaan Raya dan perjuangannya melawan Belanda, Tuan Rondahaim mendapat Tanda Kehormatan Bintang Jasa yang dianugerahkan oleh Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie.
Baca juga : Ini Sumpah Prabowo Dan Gibran Saat Dilantik Jadi Presiden Dan Wakil Presiden
Jopinus mengaku pernah mengajukan usulan ini ke Pemerintah, tapi belum dikabulkan.
“Kami tak pernah patah semangat tapi memberikan motivasi kepada anak anak bahwa di Simalungun ada pejuang yang membantu kemerdekaan,” kata dia.
Jopinus menuturkan, perjuangan Rondahaim dalam mengusir penjajah Belanda di tanah Simalungun patut diacungi jempol.
“Beliau itu pernah berangkat ke Aceh untuk membangun aliansi perdana pejuang disana. Ternyata masih ada bekas bekas peninggalan dari Rondahaim ini berupa meriam. Ada foto fotonya,” jelas Jopinus.
Sementara itu, Koordinator Komunitas Masyarakat Simalungun Juliaman Saragih menyebut, sudah saatnya wilayah yang berada di pinggiran Danau Toba itu memiliki pahlawan nasional sendiri.
“Kami akan berusaha agar beliau dijadikan pahlawan nasional oleh Pemerintahan Prabowo Subianto,” tutur Juliaman.
Baca juga : Minuman Keras Disamarkan Pakai Kemasan Air Putih
Sedangkan, praktisi pertahanan dari Universitas Pertahanan (Unhan) Herlina JR Saragih menyebut, Rondahaim sudah diakui kehebatannya olah pasukan Belanda.
“Beliau ini dijuluki Napoleon der Bataks atau “Napoleon-nya Orang Batak”. Beliau dikenal sampai Belanda karena susah ditaklukkan,” jelas Herlina.
Herlina menuturkan, Rondahaim juga mampu menginspirasi pejuang di tanah Batak lainnya untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah saat itu.
“Beliau tak mempan saat didesak dan dirayu Belanda untuk menyerahkan tanah Simalungun,” pungkas Herlina.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.