RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Aceh berkomitmen melaksanakan Percepatan Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan menuju Kabupaten/Kota yang sehat dengan praktik setop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).
Komitmen itu disampaikan unsur pimpinan di Aceh dalam acara advokasi ODF di Gedung Aula BAPPEDA Kabupaten Aceh Barat Daya, pada Rabu (30/10/2024).
Acara ini digagas Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh yang berkerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Aceh, Baitul Mal Aceh, dan SPEAK Indonesia serta Yayasan Aceh Hijau.
Acara juga diikuti oleh para Kepala Bappeda, Bagian Adpemb, Dinkes, PUPR, DPMG, Baitul Mal di Kab. Aceh Barat Daya, Kab. Aceh Selatan, Kab. Aceh Tenggara, Kab. Aceh Singkil dan Kota Subulussalam serta hadir juga para Camat dan Kepala Puskesmas Kabupaten/Kota di Aceh.
Baca juga : Lee Kum Kee Menawarkan Berbagai Bumbu Masak Penuh Kemewahan
Pj. Bupati Aceh Barat Daya, Ir. Sunawardi yang membuka acara menjelaskan, saat ini masih terdapat 17 Kabupaten/Kota dari total 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh yang masih belum tuntas melakukan praktik SBS.
Kondisi infrastruktur yang belum memadai dan kurangnya kesadaran hidup bersih, menurut Sunawardi, menjadi pemicu kebiasaan ini masih terus berlanjut.
Maka itu dibutuhkan komitmen menuntaskan buang air besar sembarangan terutama sekali bagi Kabupaten Aceh Barat Daya.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berterima kasih kepada Pemerintah Aceh khususnya Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Kementerian Kesehatan RI, UNICEF Perwakilan Aceh, SPEAK Indonesia dan Yayasan Aceh Hijau yang terus mengawal tanpa jeda terkait capaian SBS di seluruh Kabupaten/Kota se-Aceh," ujar Sunawardi dalam sambutannya.
Baca juga : Prabowo Berkomitmen Perkuat Bilateral Demi Stabilitas & Kemakmuran Asia
Hadir pula Tim Advokasi, Dewi Marlina dan Aloysia Widyastuti, dari Direktorat Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan.
Dewi menyampaikan perilaku Buang Air Besar Sembarangan masih menjadi tugas besar dari Pemerintah Daerah, mengingat wilayah Indonesia yang luas dengan budaya yang berbeda sehingga perubahan masih terkesan lambat.
"Kami berkomitmen perilaku Buang Air Besar Sembarangan akan selesai diatasi pada Tahun 2024. Pemerintah harus hadir dan berkomitmen untuk menyelesaikan Buang Air Besar Sembarangan ini, ini juga sangat disesuaikan dengan kondisi kemampuan daerah,” ucap Dewi.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Robby Irza mengatakan, data terbaru yang diperoleh terkait capaian SBS per tanggal 30 Oktober 2024, kabupaten/kota yang telah mencapai 100% SBS baru berjumlah 7 Kabupaten/Kota yaitu: Kota Banda Aceh, Sabang, Langsa, Kabupaten Aceh Barat, Aceh Tamiang Aceh Besar dan Pidie Jaya.
Baca juga : Pemerintah Fokus Swasembada Pangan
Lanjut Robby, ada 2 hal yang penting untuk untuk percepatan praktik SBS di Aceh, yaitu pertama kesediaan infrastruktur seperti jamban yang belum memadai dan kedua perilaku pola hidup bersih dan sehat.
"Untuk mendorong hal tersebut perlu adanya kerja sama dan koordinasi para SKPK, masyarakat, petugas kesehatan, para Ulama dan tokoh masyarakat agar terus menyiarkan perilaku hidup sehat untuk tidak Buang Air Besar Sembarangan lagi dan percepatan verifikasi dan pendataan capaian persentase SBS di setiap desa," jelas Lobby.
Selanjutnya, Pemerintah Aceh melalui Kepala Biro Administrasi Pembangunan mengucapkan terima kasih kepada Kemenkes, UNICEF, SPEAK Indonesia dan Yayasan Aceh Hijau yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Aceh dalam menyukseskan kegiatan Advokasi dan pengawalan Komitmen Bersama Para Bupati/Walikota se-Aceh terkait praktik SBS yang dilaksanakan sejak cluster 1 sampai cluster 4 yang saat ini dilaksanakan di Gedung Aula BAPPEDA Kabupaten Aceh Barat Daya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.