BREAKING NEWS
 

Dukung Ekosistem Kebudayaan Desa Warisan Dunia, 4 Kabupaten Di Sumbar Gelar Alek Nagari

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 7 Desember 2024 20:51 WIB
Alek Nagari yang dilaksanakan di 24 nagari atau desa dari empat Kabupaten/Kota di Sumatera Barat (Sumbar). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 24 nagari atau desa dari empat Kabupaten/Kota di Sumatera Barat (Sumbar) menyelenggarakan "Alek Nagari".

"Alek Nagari merupakan rangkaian kegiatan berbasis objek pemajuan kebudayaan mulai dari tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, hingga olahraga tradisional Empat Kabupaten/Kota yang berpartisipasi, yaitu Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, dan Kota Sawahlunto.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK) Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program kegiatan Penguatan Ekosistem Kebudayaan di Desa-desa Kawasan Warisan Dunia.

Acara ini juga sebagai bentuk rencana aksi tindak lanjut penetapan Situs-situs Warisan Budaya Dunia.

Albert Rahman Putra, salah seorang fasilitator program ini mengatakan, untuk Sumatera Barat, kegiatan ini akan dilaksanakan di lima (5) nagari di Kabupaten Solok, yaitu Kacang, Tikalak, Singkarak, Sumani, Tanjung Bingkuang) dan di enam (6) desa di Kota Sawahlunto (Silungkang Tigo, Muaro Kalaban, Rantih, Salak, Sikalang, dan Silungkang Oso).

Baca juga : Kemenhub Gelar Mudik Gratis

Selain itu hadir juga di lima (5) nagari di Kabupaten Tanah Datar (Simawang, Tanjuang Barulak, Pitalah, Bungo Tanjuang, Tigo Koto); dan 6 (enam) nagari di Kabupaten Padang Pariaman (Kayu Tanam, Sicincin, Lubuk Pandan, Sintuk, Lubuk Alung).

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK), Irini Dewi Wanti menjelaskan, bahwa kegiatan ini membuka kemungkinan optimalisasi potensi wilayah secara riil, kontekstual, dan visioner, dengan tetap berdasar pada logika reaktualisasi kesadaran masyarakat mengenai nilai warisan budaya dunia yang ada di sekitar mereka.

"Hal ini diharapkan dapat membuka perspektif dan kesadaran akan sebuah gerakan bersama berbasis nilai warisan budaya dunia yang menyatukan, menguatkan, dan menyejahterakan semua kepentingan sebagai sebuah ekosistem," ujar Irini dalam keterangannya, Sabtu (7/12/2024).

Adsense

Ia menambahkan, kebudayaan menjadi kontekstual karena dipraktikkan untuk memaknai fenomena dan peristiwa.

Menurutnya para pemangku kepentingan juga berbagi tanggung jawab dalam memastikan eksistensi warisan dunia di Indonesia melalui kebijakan dan regulasi yang dijalankan.

Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan Kredit Senilai Rp199,83 Triliun Di Sektor Pertanian

Selain itu, masyarakat juga terlibat dalam pelestarian dengan menginisiasi agenda-agenda komunal yang kreatif dan produktif.

"Ini bukan sekadar konservasi atau preservasi, tetapi langkah substantif, aplikatif, dan berkelanjutan dalam pemahaman, pengkajian pemaknaan, pengelolaan, hingga perlindungan kebudayaan," ujar Irini.

Lebih lanjut Irini mengatakan, kegiatan Penguatan Ekosistem Kebudayaan di Desa-desa Kawasan Warisan Dunia ini akan dibuka oleh Nagari Kayutanam dengan Atraksi Budaya Katupek Dendeng Rabu dan Nasi Dagang pada 6-7 Desember 2024 di halaman Kantor Camat 2X11 Kayutanam.

Pada 7 Desember 2024, di Nagari Sintuk juga berlangsung Festival Seni Budaya Simarantang dan Sintuk Heritage di Panggung Budaya Nagari Sintuk.

Daya Desa Nagari Sintuk Rio Tampati Putra mengatakan, Nagari Sintuak, Kabupaten Padang Pariaman, adalah sebuah nagari yang kaya sejarah yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Baca juga : Dukung Tata Kelola Perusahaan Handal, Direksi JICT Teken Komitmen Antikorupsi

"Melalui Stasiun Kereta Api Sintuak, nagari ini menjadi pusat kegiatan ekonomi dan militer pada masa kolonial. Warisan sejarah ini terus dilestarikan melalui berbagai kegiatan masyarakat," ujar Rio.

Pada 7-8 Desember 2024, di Nagari Sikalang, juga akan diselenggarakan Pementasan dan Diskusi Budaya Tonel Musikal. Sementara itu, di Nagari Lubuk Alung, pada 8 Desember 2024 telah disusun kegiatan yang bertajuk Festival Seni Budaya Lubuak Aluang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense