RM.id Rakyat Merdeka - Wabah penyakit misterius di Kongo yang sudah menelan korban 143 jiwa mengundang perhatian serius Komisi IX DPR. Wakil Ketua Komisi IX, Nihayatul Wafiroh, mendesak pemerintah memperketat akses masuk bagi pelancong asal Afrika guna mencegah potensi penyebaran penyakit tersebut ke Indonesia.
“Pemerintah harus memperketat akses masuk pelancong, khususnya dari Afrika, untuk memastikan mereka tidak membawa penyakit ini ke Indonesia,” tegas Nihayatul, Selasa (10/12).
"Upaya pengetatan ini untuk memastikan pelancong tidak membawa penyakit ini ke Indonesia,” lanjutnya.
Baca juga : Disambut Gibran, Prabowo Pulang Ke Tanah Air Usai Lawatan Ke Enam Negara
Dia menambahkan, laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan penyakit ini sangat mudah menular, terutama di lingkungan dengan akses kebersihan rendah.
"Penyakit yang menyebabkan 143 orang meninggal dunia ini muncul di daerah-daerah kumuh yang akses kebersihannya tidak memadai," terang politisi PKB ini.
Menurutnya, hingga kini belum diketahui pasti penyebab penyakit tersebut. Namun gejalanya meliputi demam, sakit kepala, batuk, sesak napas, hingga anemia.
Baca juga : OJK Terbitkan Ketentuan Perkuat Penanganan Kegiatan Usaha Keuangan Ilegal
"Indonesia harus waspada agar tidak kembali terulang situasi pandemik yang memicu korban dan kerugian begitu besar," tutur perempuan yang akrab disapa Nduk Nik ini.
Sebagai langkah antisipasi, Ketua Umum Perempuan Bangsa ini juga menyarankan pemerintah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai gejala penyakit tersebut.
Dengan demikian, masyarakat bisa segera mendapatkan penanganan medis jika mengalami gejala serupa. “Kita juga harus berperilaku sehat agar tidak mudah terkena penyakit ini,” ujarnya.
Baca juga : Robinsar-Fajar Beberkan Program Bangun Jalan Lingkar Utara Di Cilegon
Selain itu, pengetatan di pintu masuk internasional, terutama bandara dan pelabuhan, menjadi langkah penting. Selain itu, upaya edukasi masyarakat terkait gejala, pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan juga harus digalakkan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.