RM.id Rakyat Merdeka - Senin (20/1/2025) pagi ini, Kantor Kemendiktisaintek di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, dibikin gempar oleh maraknya karangan bunga aksi protes terhadap kepemimpinan Menteri Satriyo Soemantri Brodjonegoro, yang baru empat bulan menjadi orang nomor satu di kementerian tersebut.
Tak cuma itu, ratusan pegawai di Kemendiktisaintek juga menggelar aksi damai. Aksi ini dimulai pukul 10.00 WIB di lobi gedung kementerian. Demonstran berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Kemendiktisaintek. Mereka kompak mengenakan pakaian serba hitam sambil membentangkan spanduk bertuliskan penolakan terhadap gaya kepemimpinan Menteri Satryo.
"Pak Presiden selamatkan kami dari menteri pemarah, suka main tampar, dan main pecat," tulis spanduk yang terbentang di pagar masuk Kemendiktisaintek.
Baca juga : Heboh PNS Demo Menteri Di Kemendikti Saintek, Begini Suasananya
Tak cuma itu, halaman depan Gedung Kemendiktisaintek juga dipenuhi karangan bunga berisikan sindiran. "Turut berduka cita atas matinya nurani dan welas asih menteri kami. Lawan! #MenteriDzalim #PaguyubanPegawaiDikti," tulis karangan bunga yang mejeng di halaman depan Gedung Kemendiktisaintek.
"Kami tidak diam saat hak diinjak. Lawan! #MenteriDzalim #PaguyubanPegawaiDikti," sambung karangan bunga yang lain.
"Luka satu adalah luka kita semua, Ketidakadilan pada satu, adalah ancaman bagi kita semua. Semoga bahagia di atas derita pegawai sendiri. Lawan! #MenteriDzalim #PaguyubanPegawaiDikti," lanjut karangan bunga yang ikut memperkeruh suasana.
Baca juga : Presiden Yoon Suk Bakal Ditahan Di Penjara Isolasi
Aksi ini dipicu pemecatan salah satu PNS Kemendiktisaintek Neni Herlina yang dianggap tidak adil dan tidak mengikuti prosedur yang berlaku. Ketua Paguyuban Ditjen Dikti, Suwitno menjelaskan, pergantian jabatan di lingkungan kementerian adalah hal biasa. Namun, cara yang digunakan harus sesuai prosedur. Selain itu, ada sejumlah kebijakan yang dirasa tidak adil terhadap beberapa pegawai dan pejabat di Kemendiktisaintek.
"Sebenarnya, Ibu Neni melayani keperluan rumah tangga kementerian, namun terjadi kesalahpahaman yang mengarah pada fitnah terhadap dirinya. Padahal, dia tidak melakukan kesalahan apa pun," kata Ketua Paguyuban Pegawai Dikti Suwitno.
Pemecatan tersebut dilakukan secara terburu-buru, bahkan Neni diminta untuk pergi segera tanpa proses disiplin yang jelas.
Baca juga : SIM Keliling Bekasi Selasa 14 Januari Hadir Di Pizza Hut Komsen Jatiasih
"Pada hari itu juga, dia diminta untuk angkat kaki di depan Menteri dan Sekretaris Jenderal, tanpa ada klarifikasi lebih lanjut," lanjut Suwitno.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.