BREAKING NEWS
 

Setelah Makan Gratis, Kini Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Pemerintah Sayang Rakyat

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : SISWANTO
Jumat, 24 Januari 2025 08:10 WIB
Menko PMK Pratikno (ketiga kanan) bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji (ketiga kanan), Menteri Kesehatan Budi Gunadi (kedua kiri), MenPAN-RB Rini Widyantini (kedua kanan), Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro (kiri), dan Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto (kanan) mengikuti Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (23/1/2025). Rapat tersebut membahas persiapan pemeriksaan kesehatan gratis. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom)

 Sebelumnya 
Kemenkes sebelumnya telah mengeluarkan petunjuk teknis pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis lewat Keputusan Menteri. PKG terdiri dari tiga jenis, yakni PKG Hari Ulang Tahun, PKG Sekolah, dan PKG Khusus.

PKG Ulang Tahun diberikan untuk bayi dan anak hingga usia 6 tahun serta masyarakat usia 18 tahun ke atas. PKG Sekolah diberikan untuk anak usia 7-17 tahun yang dilaksanakan setiap tahun ajaran baru. Sedangkan PKG Khusus diberikan untuk ibu hamil, bayi, dan hingga usia 6 tahun meliputi pemeriksaan kesehatan sesuai standar pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan seluruh masyarakat berhak menikmati layanan pemeriksaan kesehatan gratis, meski bukan peserta BPJS Kesehatan. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi semua lapisan masyarakat.

“Pemeriksaan kesehatan gratis ini adalah program pemerintah untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Menkes Budi.

Baca juga : Keluarkan Perpres, Prabowo Pangkasin Anggaran Kementerian

Meski begitu, Budi tetap menganjurkan masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Kepesertaan itu menjadi penting jika diperlukan tindakan medis lanjutan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan gratis.

“Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini sebagai langkah awal menjaga kesehatan,” kata Menkes dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menkes pun menekankan pentingnya sosialisasi agar program ini dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maria Endang Sumiwi mengatakan, BPJS Kesehatan aktif akan memudahkan proses rujukan dan penanganan lebih lanjut jika ditemukan masalah kesehatan. Sebab, PKG hanya mencakup layanan skrining awal.

Baca juga : Jadi Menteri Paling Ngetop, Cak Imin Janji Gaspol

Kata dia, jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi medis tertentu, misalnya gangguan fungsi ginjal atau penyakit kronis lainnya, pasien mungkin perlu dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Dalam situasi seperti ini, kata dia, kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif dapat membantu mengurangi beban biaya perawatan.

Praktisi Kesehatan Masyarakat yang juga Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Kebidanan RSUD Taman Sari, Ngabila Salama meminta masyarakat tidak menyia-nyiakan PKG ini. Menurutnya, skrining kesehatan gratis dapat mendeteksi dini penyakit agar tidak terjadi komplikasi dan kematian.

“Juga dapat mengefisiensikan pembiayaan kesehatan yang selama ini paradigma sakit dulu baru berobat, menjadi pencegahan. Tentu pengobatan perlu pembiayaan kesehatan berkali-kali lipat daripada biaya skrining kesehatan berkala,” ujar Ngabila dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka, semalam.

Dia menilai, ada beberapa harapan dari program yang dibuat Pemerintah ini. Pertama, membangun kolaborasi pentaheliks dan kerjasama lintas stakeholder yang kuat di berbagai level. Kedua, data hasil skrining dapat dimanfaatkan pemerintah untuk membuat kebijakan.

Baca juga : ORI: Kesadaran Masyarakat Naik

Ketiga, memberlakukan reward dan punishment terhadap fasilitas kesehatan/pemerintah daerah yang memiliki cakupan skrining yang tinggi/rendah dengan melakukan evaluasi berkala berbasis data.

“Lainnya, menumbuhkan paradigma hidup sehat bagi masyarakat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Sehat adalah investasi untuk bisa produktif dan berkarya, dengan mencegah sejak dini,” pungkasnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense