RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Forum Kebangsaan Banten, Laksamana Pertama TNI (Purn) Dr. Sony Santoso meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan mengatasi konflik horizontal di pesisir Tangerang, Banten.
Sony sedih karena konflik tak kunjung selesai. Terbaru, terjadi bentrokan antara warga yang pro dan kontra terhadap proyek pembangunan PIK 2 di Desa Muncang, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (1/2/2025).
Baca juga : Jelang Ramadan, Presiden Prabowo Pastikan Stok Pangan Nasional Aman
Sony menyebut, konflik ini bukan kali pertama terjadi. Sayangnya, belum nampak langkah nyata penegak hukum untuk meredam ketegangan yang terus meningkat di tengah masyarakat.
"Konflik sudah berkali-kali terjadi, tapi penyelesaiannya nihil. Rakyat Banten seolah dibiarkan diadu domba dan menjadi korban," ungkap Sony dalam keterangannya, Selasa (4/2/2025).
Baca juga : Presiden Trump Tawarin 2 Juta PNS Pensiun Dini
Sony berharap, Presiden Prabowo turun tangan langsung mengatasi konflik sosial di Banten. Sony mengkritik sikap aparat keamanan yang dianggapnya lamban dan tidak tegas dalam menangani konflik ini.
"Apa harus jatuh korban lebih dulu baru ada tindakan? Deteksi dininya, mitigasinya lemah. Rakyat kecewa jika seperti ini terus," ingatnya.
Baca juga : Malam Imlek Makan Apa? Ini 12 Hidangan Hoki Yang Wajib Ada Di Meja
Sony berharap, Presiden Prabowo dan jajaran segera mengambil langkah nyata. Agar warga Banten kembali damai.
"Pemerintah Pusat harus bersikap tegas demi keutuhan dan kedamaian. Deteksi dininya harus jalan, gerakan konflik lebih besar sudah mengintai," imbaunya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.