Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mau Rampingkan Pemerintahan
Presiden Trump Tawarin 2 Juta PNS Pensiun Dini
Jumat, 31 Januari 2025 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawarkan 2 juta pekerja federal atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk pensiun dini. Ini adalah langkah pemerintahan Trump untuk merampingkan tubuh berbagai kementerian dan lembaga pemerintahan.
Kebijakan ini dibuat Trump sebagai upaya untuk merampingkan dan mereformasi birokrasi pemerintahan di AS. Pejabat senior Trump mengatakan kepada media AS bahwa rencana tawaran pengunduran diri besar-besaran tersebut dapat menghemat anggaran pemerintah hingga 100 miliar dolar AS atau Rp 1.620 triliun (kurs Rp 16.200).
Baca juga : Agnes Jennifer Siap Menjanda
Dikutip dari BBC, Kamis (30/1/2025), Trump menawarkan para pekerja federal untuk mengundurkan diri dan mendapatkan pesangon sebanyak 8 bulan gaji. Kantor Manajemen Personalia AS (United States Office of Personnel Management/ US OPM) telah mengirimkan pesan lewat email resmi kepada semua pekerja federal berupa tawaran mengundurkan diri pada 28 Januari 2025.
Dalam e-mail tersebut, para PNS diberi waktu hingga 6 Februari 2025 untuk memutuskan akan mengundurkan diri atau tidak. Pekerja yang ingin menerima tawaran tersebut diminta untuk membalas email dengan subjek mengundurkan diri.
Baca juga : Kepuasan Publik Bagus, Prabowo Pantang Terlena
Namun, bila ingin melanjutkan bekerja sebagai pekerja federal, akan ada beberapa penyesuaian yang dilakukan. Salah satunya adalah skema kerja yang berubah. Pekerja federal tak lagi diperkenankan bekerja dari rumah dan harus berada di kantor selama 5 hari dalam seminggu.
Dalam pesan yang sama juga disebutkan peringatan berupa upaya pengurangan pekerja federal di masa mendatang, mirip seperti PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang dilakukan perusahaan formal kepada karyawannya.
Baca juga : 2 Stabil, 2 Kritis
“Kami tidak dapat memberi Anda jaminan penuh mengenai kepastian posisi atau agensi Anda. Tetapi jika posisi Anda dihilangkan, Anda akan diperlakukan dengan bermartabat,” bunyi pesan tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya