RM.id Rakyat Merdeka - Para praktisi pembangunan kemanusian dan akademisi menyarankan agar pembekuan bantuan United States Agency for International Development (USAID) menjadi pembelajaran berharga bagi pemerintah dan Non Governmental Organization (NGO).
Salah satunya, dengan meningkatkan kolaborasi serta mencari alternatif donasi ke negara kaya di kawasan Timur Tengah serta negara-negara maju di Asia dan Eropa.
Khususnya para NGO, tidak perlu panik menyikapi kebijakan Pemerintah Amerika Serikat sejak 25 Januari 2025.
Konverner Aliansi Pembangunan Kemanusiaan Indonesia (APKI) Rahmawati Husein mengatakan, pembekuan bantuan USAID dapat menimbulkan dampak terhadap berbagai sektor pembangunan.
Antara lain di bidang kesehatan, pendidikan, penanggulangan bencana, serta sektor kemanusiaan lainnya. Namun menurut dia, dampaknya tidak terlalu signifikan.
Baca juga : Telkom Salurkan Bantuan Sanitasi Air Bersih Ke 232 Lokasi di Seluruh Indonesia
"Indonesia tidak termasuk 10 besar negara penerima bantuan USAID. Pada 2023 menerima dana Rp 2,5 triliun. Jumlah bantuan itu tidak terlalu besar. Dan, tidak signifikan bagi Indonesia," kata Ama sapaan, Rahmawati saat Diskusi Publik di Auditorium Mochtar Riady FISIP Universitas Indonesia (UI), Rabu (12/2/2025).
Dalam diskusi yang diinisiasi lembaga kemanusiaan Human Initiative (HI) bekerjasama dengan APKI, Humanitarian Forum Indonesia (HFI) dan Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas, Ama menyarankan para NGO penyalur bantuan USAID hendaknya mencari ‘Vitamin’ dari negara lain.
Aktivis kemanusiaan DPP Muhammadiyah dan dosen salah satu perguruan tinggi di Jakarta ini juga mendorong aliansi NGO memberi masukan kepada Pemerintah dan DPR agar dibuat aturan yang jelas tentang pengelolaan dana dari masyarakat.
"Dibuat yang baik dan tidak ribet. Pajak bagi NGO jangan tinggi," ujarnya.
Hal senada dilontarkan Pendiri Humanitarian Forum Indonesia (HFI) Victor Rembeth. Dia menuturkan, penghentian bantuan USAID tidak terlepas dari kepentingan politik luar negeri Amerika Serikat (AS).
Baca juga : Mulai 1 Februari, Arab Saudi Berlakukan Visa Sekali Masuk Untuk Indonesia Cs
Dengan pembekuan ini, menurut dia, menjadi pembelajaran bersama, terutama para NGO. Dia minta para NGO harus tetap eksis. Selain itu, kejadian ini juga jadi peluang memaksimalkan pengumpulan dana Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) yang potensinya mencapai Rp 370 triliun.
"Perlu meningkatkan kerja sama semua pihak, kita tidak boleh dikalahkan dengan keadaan ini. Jangan berhenti. Kalau berhenti berarti kita tidak membagi empati," kata Victor.
Vice President Human Initiative (HI) Andjar Radite mengatakan, pemutusan bantuan USAID dapat mengancam bagi sektor kesehatan dan pendidikan.
"Program imunisasi dan pencegahan HIV/AIDS yang selama ini mendapat pendanaan dari USAID dikhawatirkan akan terganggu. Tanpa dukungan finansial tambahan, layanan kesehatan untuk di daerah terpencil dapat mengalami kendala dalam menangani penyakit menular," kata Andjar.
Menurut laporan WHO (2023), pendanaan internasional memiliki peran penting dalam pengendalian penyakit di negara berkembang.
Baca juga : Megawati: Paus Kagum Dengan Pancasila & Semangat Gotong Royong Indonesia
"Tanpa bantuan donor seperti USAID capaian dalam sektor kesehatan bisa mengalami kemunduran," tuturnya.
Andjar menambahkan, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mendiversifikasikan sumber pendanaan melalui kerja sama dengan lembaga internasional seperti Bank Dunia dan Asian Development Bank.
"Selain itu, kemitraan dengan sektor swasta juga dapat menjadi alternatif, di mana perusahaan-perusahaan dapat berkontribusi melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung inisiatif kemanusiaan dan pembangunan di Indonesia," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.