Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Migrant CARE Kutuk Penembakan Pekerja Migran Indonesia di Malaysia
Senin, 27 Januari 2025 14:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Migrant CARE mengecam keras insiden penembakan yang dilakukan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) terhadap pekerja migran Indonesia di perairan Tanjung Rhu. Penembakan ini mengakibatkan jatuhnya korban luka-luka hingga hilangnya nyawa. Koordinator Bantuan Hukum Migrant CARE Nurharsono menilai, penembakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat dan harus diusut tuntas.
“Apapun alasannya, penembakan terhadap pekerja migran Indonesia adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Pekerja migran bukanlah penjahat kriminal,” tegas Nurharsono, dalam pernyataannya, Senin (27/1/2025).
Nurharsono juga mengungkapkan peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2012, lima pekerja migran asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ditembak mati oleh Polisi Diraja Malaysia dengan tuduhan kriminal. Insiden tersebut hingga kini masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban.
Baca juga : Dasco Kecam Penembakan yang Tewaskan 1 WNI oleh Otoritas Maritim Malaysia
Nurharsono menyebut, insiden ini kembali menunjukkan bahwa pekerja migran Indonesia sering kali menghadapi perlakuan tidak manusiawi dan diskriminasi di Malaysia.
“Peristiwa ini menguatkan fakta bahwa Malaysia tidak ramah terhadap pekerja migran Indonesia,” tambahnya.
Migrant CARE menyampaikan duka mendalam bagi keluarga korban dan menyerukan pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah diplomatik tegas. Mereka juga mendorong pemerintah mempertimbangkan penghentian sementara pengiriman pekerja migran Indonesia ke Malaysia, jika insiden seperti ini terus berulang.
Baca juga : Ditjen Bina Adwil: RP2P Solusi Pengelolaan Perkotaan Inklusif dan Berkeadilan
Selain itu, Nurharsono mendesak pemerintah Indonesia untuk memastikan pemerintah Malaysia melakukan investigasi mendalam terhadap peristiwa ini dan membawa pelakunya ke proses hukum. “Pemerintah Indonesia harus mengawal kasus ini hingga tuntas agar ada keadilan bagi korban dan keluarganya,” tutup Nurharsono.
Insiden penembakan PMI oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) terjadi pada Jumat (24/1/2025) dini hari. Peristiwa tersebut berlangsung di perairan Tanjung Rhu, Malaysia, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Laporan sementara, insiden terjadi saat patroli APMM tengah bertugas di perairan Tanjung Rhu. Mereka mendapati kapal yang diawaki oleh lima orang PMI nonprosedural asal Indonesia.
Baca juga : Singapura Komit Investasi Energi Hijau di Indonesia, Kadin Sambut Baik
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani sangat menyayangkan kejadian tersebut.
“Atas nama Kementerian P2MI, saya mengucapkan duka yang mendalam atas meninggalnya salah satu pekerja migran kita akibat penembakan ini. Kami juga mendoakan agar empat orang lainnya yang tengah dirawat segera pulih,” kata Christina dalam konferensi pers di Gedung Kementerian P2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (26/1/2025).
Kementerian P2MI bersama Kemenlu dan KBRI Kuala Lumpur akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berkoordinasi untuk memastikan keadilan serta perlindungan bagi para korban.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya