BREAKING NEWS
 

Menag Apresiasi BPKH Kelola Dana Haji Untuk Kemaslahatan Umat

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 18 Maret 2025 21:18 WIB
Menag KH. Nasaruddin Umar di acara peluncuran Program Berkah Ramadan 1446 H di Jakarta, Minggu (16/3/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) KH. Nasaruddin Umar mengapresiasi kontribusi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam mengelola dana haji. Pandangannya, selain bermanfaat bagi jemaah haji, BPKH memberikan dampak baik bagi kemaslahatan, termasuk program Berkah Ramadan 1446 H.

"Beliau-beliau ini (BPKH) adalah para pemikir umat yang selalu berusaha memberdayakan dana haji. Tidak bisa diingkari, banyak sekali bantuan yang telah disalurkan BPKH untuk penguatan umat," kata Menag Nasaruddin di acara peluncuran Program Berkah Ramadan 1446 H di Jakarta, Minggu (16/3/2025).

Sang Kiai mengungkapkan rasa syukurnya atas keberadaan BPKH yang dianggap fokus menghimpun, mengelola, mendayagunakan, dan menyalurkan dana haji untuk kepentingan umat. Menag juga menyoroti perubahan signifikan yang terjadi setelah terbentuknya BPKH.

Baca juga : Eddy Soeparno Apresiasi Kebijakan Prabowo Percepat Pengangkatan PNS Dan PPPK

Sebelumnya, katanya, pengelolaan dana haji belum terstruktur dan profesional. Namun dengan kehadiran BPKH, potensi keuangan haji kini dikelola dengan lebih baik dan memberikan dampak yang lebih besar.

"Sejak didirikan pada 26 Juli 2017, BPKH telah berhasil memperkuat umat melalui program-program terukur serta mengelola keuangan haji secara transparan dan akuntabel," katanya.

Adsense

Sang Menteri membandingkan, ketika BPKH belum terbentuk terbentuk, belum semua potensi keuangan haji dikelola secara terstruktur dan profesional seperti saat ini. Nah, BPKH dianggap telah berhasil mengoptimalkan dana yang dihimpun untuk kepeningan umat.

Baca juga : Menteri Nusron Siapkan Ratusan Lahan Untuk Ketahanan Nasional & Pangan

Menurut Menag, umat Islam memiliki potensi besar, terutama dalam hal zakat. Data menunjukkan sekitar 87,2 persen umat Muslim di Indonesia memiliki rekening di bank, baik dalam bentuk tabungan atau deposito.

"Jika semua orang yang ber-KTP Islam menyimpan dananya di bank, apakah dalam bentuk tabungan atau deposito, maka pengumpulan zakat saja sudah mencapai angka 300 triliun per tahun," kata Menag.

Jumlah itu menurutnya, cukup untuk membiayai 40 juta orang miskin, termasuk mereka yang tergolong miskin mutlak. "Umat miskin mutlak di Indonesia ada sekitar 2,2 juta jiwa. Itu bukan jumlah yang sedikit," katanya mengingatkan.

Baca juga : Perintah Presiden: Driver Ojol Dan Kurir Online Dapat THR Dalam Bentuk Cash

Menag mengusulkan agar kedepannya BPKH dapat berkolaborasi dengan lembaga lain seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk memberdayakan potensi zakat.

"Di samping zakat, ada potensi umat yang lain. Mungkin nanti BPKH bisa berkolaborasi dengan BAZNAS atau lembaga lain supaya pundi-pundi umat ini dapat diberdayakan secara bersama-sama. Dengan begitu, pengeluaran kita bisa lebih terarah dan produktif," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense