Sebelumnya
45 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa sebanyak 45 Sekolah Rakyat telah siap untuk memulai kegiatan belajar-mengajar pada tahun ajaran 2025–2026.
Sekolah-sekolah ini tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.
Baca juga : PGN Area Cilegon Pastikan Layanan Gas Bumi Aman Selama Ramadan
Hingga saat ini, Kementerian Sosial telah menerima 198 usulan lokasi untuk Sekolah Rakyat, baik berupa gedung yang dapat direvitalisasi maupun lahan kosong yang dapat dibangun sekolah baru.
Dari jumlah tersebut, 151 lokasi masih dalam tahap kajian lebih lanjut, terdiri dari 115 lokasi berupa tanah kosong dan 36 lokasi berupa aset bangunan yang berpotensi untuk direvitalisasi.
"Dari total usulan, baru 45 lokasi yang benar-benar siap digunakan," kata Saifullah. Sekolah Rakyat ini ditujukan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem, dengan penerimaan siswa berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca juga : Guru Sekolah Rakyat Akan Berasal Dari ASN
Prioritas penerimaan adalah anak-anak dari keluarga dalam desil 1 dan 2, yang termasuk 10 persen penduduk dengan tingkat ekonomi terendah di Indonesia.
Jika masih tersedia kuota, siswa dari desil 3 dapat dipertimbangkan.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama yang sepenuhnya gratis, mencakup kebutuhan pakaian, alat sekolah, serta makan dan minum.
Baca juga : Polda Metro Jaya Bongkar Industri Rumahan Tembakau Sintetis di Jakarta Utara
Ke depan, sekolah ini akan menyelenggarakan pendidikan dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.