RM.id Rakyat Merdeka - Komite Independen Mahasiswa Indonesia (KIM-Indonesia) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta pada Jumat (21/3/2025).
Dalam aksi tersebut, Koordinator Lapangan Aksi, Ubay mengatakan pihaknya meminta KPK mengusut kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Bupati dan Wakil Bupati, serta 24 Camat di Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.
"Mendesak KPK untuk segera mengusut tuntas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Bupati dan Wakil Bupati Banggai, Amirudin dan Furqanuddin dan kroni-kroninya 24 Camat," kata Ubay, di depan Gedung KPK.
Baca juga : Hima Persis Minta Pelaku Penembakan 3 Polisi di Lampung Diusut Tuntas
Ubay membeberkan, desakan tersebut disampaikan berdasarkan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas audit belanja daerah Kabupaten Binggai (TA) 2024.
Dalam audit tersebut, kata Ubay, BPK menemukan masalah yang diduga adanya praktek melawan hukum atau rasuah yang dilakukan secara kolektif oleh Bupati dan Wakil Bupati serta 24 Camat di Kabupaten Banggai dengan Total Plafon Anggaran sebesar Rp 123.853.529.729.
"Diketahui temuan BPK tersebut atas pelimpahan kewenangan Bupati Banggai kepada 24 Camat yang terdapat ketidaksesuaian administrasi dan penyimpangan pengadaan barang yang pengelolaannya diduga merugikan keuangan Negara/Daerah," ungkap Ubay.
Baca juga : PP Persis Minta Kasus Penembakan 3 Anggota Polisi di Lampung Diusut Tuntas
Ubay yang juga Presiden Mahasiswa BEM UIC-Jakarta Iksan mengatakan, dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK perwakilan Sulteng menemukan Belanja Barang dan Realisasi Belanja sebesar Rp 18,2 miliar berasal dari belanja barang di 15 kecamatan yang menjadi fokus audit.
"Namun, audit uji petik menemukan bahwa belanja barang senilai Rp 2,18 miliar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya," jelasnya.
Ubay berharap KPK bisa mendengar desakan tersebut, mengingat masyarakat ingin kasus dugaan korupsi di Kabupaten Banggai bisa segera diatasi.
Baca juga : KPK Usul Koruptor Tak Usah Dikasih Makan di Penjara
"Apabila tuntutan ini tidak diindahkan maka kami akan datang dengan akumulasi massa lebih banyak,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.