Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kemendes & PP Pemuda Muhammadiyah Kolaborasi Bangun Desa
Rabu, 12 Maret 2025 11:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyebutkan, bahwa sumber daya manusia (SDM) Pemuda Muhammadiyah cukup berkualitas khususnya di bidang pendidikan, keterampilan dan karakter disiplin berkemajuan.
Karenanya, peran Pemuda Muhammadiyah harus ditularkan melalui gerakan-gerakan konkret, salah satunya dengan turun ke desa-desa, demi membentengi dan memperbaiki kualitas moral masyarakat desa.
"Saya berharap Pemuda Muhammadiyah ini terlibat dalam pembangunan di desa. Termasuk membentengi pembangunan dan perbaikan moral, dari kasus yang marak akhir-akhir ini, seperti judi online, narkoba, atau miras di desa misalnya," jelas mantan Wakil Ketua MPR ini saat menerima audiensi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla dan jajarannya, di ruang kerjanya, Kantor Pusat Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta Selasa (11/3).
Baca juga : Ketum Muhammadiyah Haedar: Puasa Ramadan, Bukan Sekadar Menahan Lapar
Mendes Yandri juga meminta agar Pemuda Muhammadiyah dapat mendelegasikan kadernya sebagai Da’i yang terjun ke desa-desa. Hal itu penting sebagai agen perubahan dalam pembinaan agar memahami nilai-nilai agama, sehingga dapat membentuk masyarakat bermoral seutuhnya.
Dalam praktiknya itu, kata Mendes Yandri, dakwah para Da'i Pemuda Muhammadiyah ini agar dapat mendorong semangat persatuan dan kesatuan. Agar pesan dakwah dapat dipahami sebagai bagian dari cinta tanah air adalah sebagian dari iman.
"Bisa gak 100 orang dari Pemuda Muhammadiyah itu jadi percontohan da'i muda untuk di desa misalnya. Jadi nanti kita formalkan konsepnya dan MoUnya biar konkret," jelasnya.
Baca juga : Menteri Bahlil Pastikan Izin Tambang Batu Bara Muhammadiyah Terbit Bulan Ini
Kendati demikian, kata Mendes Yandri, perjuangan da'i muda di pelosok desa ini tidaklah mudah, karena harus menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut meliputi jarak, akses, dan pengetahuan masyarakat tentang pemahaman agama yang tidak sempurna.
Karenanya, da'i Pemuda Muhammadiyah ini juga perlu diseleksi betul, dari berbagai aspek penting, salah satunya kesiapan dan kematangan mental untuk berjuang menegakkan kebaikan di tengah-tengah kemajemukan masyarakat desa.
"Mungkin gak mudah juga da'i pemuda Muhammadiyah ini turun ke desa. Salah satunya karena fasilitas umum di beberapa desa yang belum tersedia. Intinya Pemuda Muhammadiyah yang diutus untuk berdakwah ke desa harus siap untuk kebaikan dunia dan akhirat," paparnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla sangat mengapresiasi kerja-kerja luar biasa Kemendes selama ini dan siap untuk berkolaborasi untuk menindaklanjuti arahan.
Baca juga : BP Haji Temui PP Muhammadiyah, Bahas Peningkatan Kualitas Haji
Mendes Yandri, mulai dari mematangkan konsep MoU dan pemetaan kader-kader berkualitas untuk menjadikan da'i penyambung nilai-nilai moral dan agama di tingkat desa dan pembangunan SDM di Desa
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya