BREAKING NEWS
 

Mosaic Talk: Net Zero Emissions, Umat Muslim Dukung Transisi Energi Berkeadilan

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : SRI NURGANINGSIH
Minggu, 23 Maret 2025 07:34 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Seiring dengan meningkatnya perhatian pemerintah dan korporasi terhadap perkembangan transisi energi di Indonesia, yang mencakup dukungan kebijakan, infrastruktur, hingga ketenagakerjaan, umat Islam dianggap memiliki potensi signifikan untuk mendukung transisi energi berkeadilan.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara Mosaic Talk bertema "Transisi Energi dalam Perspektif Islam," yang diadakan di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Sabtu (22/3/2025). 

Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah dan Pendiri Greefaith, Hening Parlan mengatakan, data dari berbagai riset menunjukkan muslim Indonesia percaya untuk melakukan inisiatif perubahan dalam menjaga dan merawat bumi sebagai wujud wakil Allah di muka bumi atau khalifah fil ardh.

Hening menambahkan, bahwa sebagai khalifah maka sudah seharusnya umat Muslim berusaha memulai transisi energi sebagai upaya memulihkan bumi yang semakin rusak akibat penggunaan energi fosil yang berlebihan.

“Transisi energi yang berkeadilan adalah wujud pengamalan Al-Qur’an tentang adil yang ada banyak sekali kata adil di dalamnya,” ujar Hening dalam keterangannya, Minggu (23/3/2025). 

Menurut Hening yang juga penulis buku ‘Fikih Transisi Energi Berkeadilan’ harus ada keseimbangan bagaimana kita tidak terus menggunakan energi fosil yang eksploitatif ke arah pemanfaatan energi secara adil dan seimbang serta bahwa penting untuk menggerakkan inisiatif-inisiatif transisi energi berkeadilan di level umat. 

Baca juga : Rudianto Lallo Dukung Terobosan Polisi Modern Komjen Fadil Imran

“Dukungan kebijakan hingga bantuan teknis diperlukan agar berbagai inisiatif ini menjadi sesuatu yang lebih besar," ujar Hening.

Vice President Energy Transition and Sustainability PLN, Anindita Satria mengatakan, agama bisa menjadi ruang untuk masuk dalam kampanye transisi energi berkeadilan. 

“Ada banyak ajaran agama yang bisa dimanfaatkan sebagai kontribusi kita sebagai umat Muslim dalam menjaga kehidupan bumi melalui praktik transisi energi berkeadilan seperti program Sedekah Energi dan Puasa Energi” ungkapnya. 

Sebagai korporasi, Anindita menerangkan PLN mendukung komitmen pemerintah Indonesia terhadap perubahan iklim di Perjanjian Paris dalam target-target jangka pendek, menengah, hingga panjang.

Adsense

“PLN akan terus mengimplementasikan semua inisiatif transisi energi untuk mencapai pemenuhan Nationally Determined Contribution Indonesia pada 2030 serta net zero emissions pada 2060," ucap Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi serta Wakil Ketua Satgas Transisi Energi dan Ekonomi Hijau.

Ia menambahkan, pengurangan rasio penggunaan energi berbasis fosil untuk pembangkit listrik menjadi cara terbaik dalam mewujudkan transisi energi berkeadilan untuk saat ini. 

Baca juga : Australia-RI Ajak Peneliti Kolaborasi Penelitian Dukung Transisi Energi

“Sektor pembangkit listrik saat ini menjadi yang paling besar menggunakan energi fosil. Fokus pemerintah adalah membangun pembangkit listrik yang menggunakan lebih sedikit fosil seperti sel surya, panas bumi, dan potensi-potensi energi baru terbarukan lainnya," ujar Rachmat.

Ia menambahkan, pemerintah ingin mewujudkan transisi energi berkeadilan mulai dari sisi ekosistem industri hingga pengguna. 

Sementara itu Prof. Anwar Sanusi, MPA., Ph.D., Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan perlu pemetaan yang menyeluruh untuk mengurangi kesenjangan antara kompetensi dengan tuntutan pekerjaan terkait bidang transisi energi. 

“Jika tidak kita tidak petakan dengan baik akan memunculkan ketidakadilan seperti isu penggajian hingga ketimpangan gender,” ujarnya. 

Anwar menjelaskan penting untuk menempatkan sensitivitas gender dalam transisi energi berkeadilan.

“Kita ingin transisi berkeadilan ini adalah sebagai sebuah kata kunci untuk membawa peningkatan keterampilan dan taraf hidup pekerja terutama di sektor-sektor yang ekonominya sedang berkembang," ujar Anwar.

Baca juga : Kinerja Moncer, BCA.Life Optimistis Industri Asuransi Jiwa Terus Berkembang

Mosaic Talk merupakan bagian ‘Ramadan Festival: Islamic Philanthropy for Climate Action’ sebuah mini festival kolaborasi MOSAIC dengan Departemen Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (DPP UGM) dan Pares yang berupaya untuk menggabungkan nilai-nilai Islam dengan aksi nyata untuk lingkungan seperti Sedekah Energi dan Hutan Wakaf.

Acara ini mengajak komunitas Muslim untuk belajar, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam upaya dekarbonisasi dan keberlanjutan melalui talkshow, pertunjukan seni, dan aktivitas interaktif.

“Sesi diskusi di Ramadan Festival Islamic Philanthropy for Climate Action adalah salah satu upaya kami menggabungkan nilai-nilai Islam dengan aksi nyata untuk bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Abdul Gaffar Karim, Dewan Pembina Mosaic sekaligus Kepala Departemen Politik dan Pemerintahan UGM.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense