BREAKING NEWS
 

Pakar: Prabowo Harus Rangkul Masyarakat Sipil Kritis Demi Pemerintahan Inklusif

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Rabu, 26 Maret 2025 20:03 WIB
Presiden Prabowo Subianto

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto diminta untuk menyusun kembali tim pembantunya dan merangkul segenap potensi dan kekuatan politik nasional secara inklusif dengan tetap mendasarkan pada kompetensi dan integritas. 

Hal ini dibutuhkan agar pemerintahannya dapat berjalan kokoh, efektif dan memulihkan kembali harapan masyarakat.

Pakar pemerintahan dan kebijakan publik dari Universitas Padjajaran, Yogi Suprayogi menyatakan hal tersebut setelah mencermati kritisisme publik dan perlawanan yang belakangan terjadi terhadap jalannya pemerintahan Prabowo Subianto di sejumlah isu utama. 

Baca juga : JIEP Berbagi Berkah Ramadan Untuk Masyarakat Sekitar Kawasan Industri Pulogadung

"Tantangan utama bagi Presiden Prabowo saat ini adalah aspek governability atau kemampuan di sejumlah kementerian untuk menjalankan agenda pemerintahan sebagaimana arahan presiden. Ini mencakup pula tantangan mengelola dinamika internal pemerintahan serta tekanan dari luar pemerintahan," kata Yogi dalam keterangannya Rabu (26/3).

Adsense

Menurut Yogi, merespon tingginya tekanan publik khususnya dari kalangan masyarakat sipil, Prabowo dinilai perlu menjembatani dan merajut seluruh potensi dan kekuatan politik. Bukan hanya terbatas pada partai politik untuk masuk di pemerintahan, tetapi juga merangkul kelompok-kelompok intelektual kritis, profesional dan unsur masyarakat sipil untuk berkolaborasi secara dinamik dan produktif ikut membangun negara.

"Presiden dapat merangkul kelompok-kelompok kritis atau intelektual publik secara inklusif. Mereka ini kerap dikenal sebagai masyarakat sipil epistemik yang fokus dalam mengadvokasi berbagai isu publik dan pemerintahan. Ini menjadi sangat penting dalam menjaga fokus dan konerja kementerian sehingga lebih akomodatif juga membumi, kredibel dan efektif. Bersama-sama mengawal sisi implementasi dan memonitor impact-nya," ujar Yogi.
 
Yogi menjelaskan, dari perspektif kebijakan maka, untuk konteks masyarakat yang plural dan kompleks, seperti Indonesia, suara-suara kritis dari kalangan masyarakat sipil yang kritis berfungsi sebagai kontrol dan penyeimbang yang penting untuk mencegah kekeliruan bahkan kegagalan suatu pemerintahan dalam menjalankan mandat rakyat. Mereka juga dapat berfungsi mendorong percepatan dan kesuksesan agenda pemerintahan yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Baca juga : Ongen Desak Pemprov Realisasikan Usulan Masyarakat di Musrembang

"Tentu saja kelompok-kelompok masyarakat kritis dan intelektual publik yang diajak untuk masuk dalam pemerintahan harus punya kompetensi dan integritas serta komitmen yang baik dan benar untuk kemajuan negara dan bangsa," tambahnya.

Kata Yogi, pemerintah tidak dapat berjalan efektif tanpa dukungan dari masyarakat. Begitu juga sebaliknya, masyarakat memerlukan pemerintahan yang kapabel dan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan mereka secara mendasar.

"Saya sepakat sepenuhnya bahwa kerjasama dan gotong royong antar elemen bangsa adalah kunci fundamental dalam membangun negara. Sejarah Indonesia sudah memperlihatkan bahwa gotong royong bukan hanya nilai budaya, tetapi juga kebutuhan praktis dan politis demi mencapai kemajuan bangsa secara lebih cerdas, kohesif, inklusif sekaligus berdampak pada masyarakat luas," tukasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense