Dark/Light Mode

Soal Pagar Laut Tangerang, Tokoh Masyarakat Minta Serahkan Ke Proses Hukum

Senin, 24 Februari 2025 17:40 WIB
Pagar laut Tangerang. (Foto: Rakyat Merdeka)
Pagar laut Tangerang. (Foto: Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen SHGB-SHM terkait proyek pagar laut di Tangerang. Menjelang Ramadan, diharapkan semua pihak tetap tenang sambil menunggu proses hukum yang berjalan.

Tokoh Masyarakat Tangerang Raya, Ibnu Jandi mengajak, masyarakat untuk tidak saling tuduh dan menyalahkan terkait persoalan tersebut, terlebih jelang memasuki bulan Ramadan. Ia menuturkan, masyarakat diharapkan mengedepankan sikap bijaksana dan mencari solusi bersama, bukan terjebak dalam perdebatan yang hanya memperburuk situasi.

Baca juga : Heikal Safar Bangga, 15 Aktivis HMI Jabat Menteri dan Wamen di Era Prabowo

"Jelang Ramadan ini, kita harus introspeksi diri dan menjaga hubungan baik antar sesama,” ujarnya kepada wartawan, Senin (24/02/2025).

Menurut dia, proyek pembangunan seperti pagar laut tentu memiliki dampak yang harus dipertimbangkan, tapi bukan saatnya untuk saling tuduh atau menyalahkan satu pihak saja. Semua pihak, kata dia, harus duduk bersama dan mencari jalan tengah yang dapat menguntungkan semua pihak, baik itu nelayan, warga, maupun pemerintah.

Baca juga : PSN Pantai Utara Tangerang Bisa Datangkan 10 Juta Wisatawan Per Tahun

Ibnu juga menekankan pentingnya untuk mengedepankan dialog konstruktif. Ia menyarankan, agar masyarakat dan pemerintah lebih banyak berdiskusi dengan melibatkan berbagai elemen, khususnya terkait fenomena abrasi parah yang terjadi pada awal tahun 2000-an yang memakan garis pantai hingga 1 kilometer di pesisir Tangerang.

"Jangan sampai ada pihak yang merasa terpinggirkan atau dirugikan. Di bulan yang penuh berkah ini, mari kita menjaga persatuan dan saling membantu untuk mencapai solusi yang terbaik," tambahnya.

Baca juga : Pertamina EP dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Kali Sewo

Menurut Ibnu, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan dan berbagi kebahagiaan. Meskipun perbedaan pendapat wajar, sikap saling memahami dan menghargai sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif, terutama di tengah-tengah situasi yang sedang berkembang ini.

"Aparat yang bertugas kami harapkan bisa menjalankan tugasnya dengan baik, tapi kita tekankan agar jangan ada kepentingan yang dibawa untuk keuntungan suatu pihak di kawasan pesisir kami," tutup dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.