BREAKING NEWS
 

BNPT-DPR Perkuat Edukasi & Literasi Bahaya Radikal Terorisme ke Masyarakat Riau

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 27 Maret 2025 13:31 WIB
Dialog Kebangsaan dalam Rangka Memperkuat Persaudaraan untuk Menjaga Bangsa, di Gedung Daerah Balai Serindit Gubernuran Riau, Pekanbaru, Rabu (26/3/2025). (Foto: Dok. BNPT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Paham radikal terorisme masih menjadi ancaman nyata bagi persatuan dan perdamaian di bumi pertiwi. Karena itu, masyarakat harus terus diberikan edukasi dan literasi terhadap bahaya paham kekerasan tersebut. 

Hal itulah yang mendasari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Komisi XIII DPR terus memperkuat kolaborasi untuk memperkuat ketahanan masyarakat. Salah satunya lewat kegiatan dialog kebangsaan “Dialog Kebangsaan dalam Rangka Memperkuat Persaudaraan untuk Menjaga Bangsa”, di Gedung Daerah Balai Serindit Gubernuran Riau, Pekanbaru, Rabu (26/3/2025).

Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono, pada sesi Talk Show yang dimoderatori Direktur Pencegahan BNPT Prof Irfan Idris, mengatakan bahwa dialog seperti ini menjadi sarana krusial untuk memperkuat persatuan dan kebangsaan.

“Kami melakukan dialog kebangsaan berkolaborasi bersama Komisi XIII DPR dalam rangka untuk mengedukasi dan meliterasi terhadap bahayanya paham radikal terorisme di Provinsi Riau,” ujarnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Kamis (27/3/2025).

Alumni Akpol 1990 ini melanjutkan, dialog seperti ini sangat penting sekali, sebagaimana tema yang diangkat yakni memperkuat persaudaraan untuk menjaga keutuhan bangsa. Sebab, sejatinya bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang terhadap ancaman terorisme di tiga era, dimulai dari masa Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi. “Salah satu ujian negara itu adalah ancaman terorisme,” ujarnya.  

Baca juga : Gubernur Banten Aktif Terjun Ke Masyarakat

Setelah era reformasi di tahun 1999, mulai terjadi pengeboman di berbagai daerah. seperti bom malam Natal, Bom Bali I, Bom Bali II, dan sebagainya. “Saat itu Pemerintah seperti kaget, sehingga muncul Desk Terorisme di bawah Menko Polkam. Hingga akhirnya dilakukan operasi penegakkan hukum hingga saat ini,” jelasnya.

Ia menjelaskan, BNPT juga mempunyai program Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstrimisme (RAN-PE) Berbasis Kekerasan yang mengarah kepada terorisme. Juga melaksanakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan juga melaksankan prioriotas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). 

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadan dari potensi ancaman penyebaran paham radikal terorisme. “Kami berpesan agar budaya toleransi beragama antar suku bangsa itu harus terus dipelihara. Itu penting agar tidak terjadi intoleransi yang dapat berujung pada tindakan terorisme,” ujarnya.  

Adsense

Dialog Kebangsaan dihadiri sebanyak 240 peserta yang terdiri dari unsur tokoh agama, tokoh masyrakat, ormas, partai politik, dan mahasiswa. Dialog menghadirkan tiga orang anggota Komisi XIII DPR yaitu Ketua Komisi XIII Willy Aditya serta anggota Komisi XIII Mafirion dan Siti Aisyah.

Willy Aditya mengatakan, penting bagi seluruh masyarakat untuk berdiskusi tentang persatuan di Ramadan ini. Hal ini agar masyarakat tidak lupa bagaimana Indonesia ini hadir sebagai sebuah bangsa,  

Baca juga : Gelar Aksi Sosial, Peruri Bagikan Takjil Gratis Untuk Masyarakat Sekitar

“Karena hal itu, sangat relevan untuk mengingat bagaimana Indonesia terbentuk sebagai sebuah bangsa, dengan kontribusi besar dari bangsa Melayu. Karena masyarakat Indonesia ini memiliki dua konsep penting yakni persaudaraan dan kebangsaan,” ucapnya.

Menurut Ketua DPW Nasdem Riau ini, dalam memerangi terorisme dan memperkuat persaudaraan, tidak cukup jika hanya dengan seminar atau pembelajaran kognitif, tetapi harus melalui dialog dan kerja bersama. “Semoga dialog ini memberikan manfaat dalam memperkuat persatuan dan kebangsaan,” tuturnya. 

Anggota Komisi XIII DPR Mafirion mengatakan, generasi saat ini cenderung kurang peduli terhadap konsep benar dan salah. Hal ini menjadi tantangan dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme.

“Kearifan lokal berbasis kekerabatan berpotensi menjadi benteng dalam menangkal radikalisme. Namun, diperlukan penguatan agar kearifan lokal tetap relevan dalam menghadapi ancaman modern,” ujanya.

Dia berpesan kepada masyarakat Riau agar tidak mudah terpapar radikal terorisme. Untuk itu, struktur masyarakat harus kuat, tidak boleh longgar. Hubungan antara masyarakat yang satu dengan yang lain harus dijaga. “Kita akan terus bersama-sama masyarakat untuk melakukan sosialisasi agar di masa depan terorisme dan radikalisme ini tidak aka nada lagi di bumi Melayu ini,” katanya.

Baca juga : Mendikdasmen Apresiasi Gerakan Santri Menulis 2025

Anggota Komisi XIII DPR Siti Aisyah berpesan kepada generasi Z harus cerdas dalam bermedia sosial. Generasi Z jangan ikut-ikutan mem-bully atau merasa paling benar. Sebab, cyberbullying bisa menjadi awal munculnya radikalisme dan terorisme.

Hadir dalam dialog itu, Gubernur Riau Abdul Wahid, Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Sudaryanto, Deputi II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Irjen Pol Ibnu Suhaendra, Direktur Pencegahan Prof Irfan Idris, dan Kasubdit Kontra Propaganda Kolonel Cpl. Hendro Wicaksono. Juga hadir Ketua DPRD Riau Kaderismanto, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Wakil Kepala kejaksaan Tinggi (Wakajati) Riau Rini Hartatie, Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, dan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) provinsi Riau yang juga bertindak sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Riau, Jenri Salmon Ginting.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense