RM.id Rakyat Merdeka - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengapresiasi langkah dan kebijakan pemerintah dalam merespons kebijakan tarif tinggi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hal tersebut disampaikan SBY di akun media sosial X (dahulu Twitter), @SBYudhoyono, Selasa (8/4/2025). Dalam paparannya, SBY menyebut strategi pemerintah saat ini tepat karena lebih memilih jalur negosiasi ketimbang retaliasi atau pembalasan.
“Strategi Presiden Prabowo, saya sebut ‘dual track strategy’, yaitu melakukan komunikasi dengan para pemimpin ASEAN dan secara simultan mengirimkan tim negosiasi yang kuat ke Washington DC juga tepat,” tulis SBY.
Baca juga : Antisipasi Perang Tarif Impor Trump, DPR: Perkuat Regulasi Pro Rakyat
Menurutnya, pendekatan tersebut mencerminkan upaya diplomatik yang sejalan dengan kepentingan kawasan. ASEAN, kata SBY, bukan hanya telah menjadi komunitas ekonomi, tetapi juga menjadi sandaran penting di tengah tantangan global yang kian pelik.
Lebih jauh, SBY juga menyoroti pentingnya langkah cepat otoritas moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pasar saham domestik. Ia mengingatkan bahwa menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar justru berisiko menimbulkan gejolak yang tak terkendali, sebagaimana pernah terjadi di masa lalu.
Baca juga : Di Tengah Amukan Tarif Trump, BI Komit Jaga Kestabilan Nilai Tukar Rupiah
“Kalau diserahkan kepada mekanisme pasar semata, di tengah gonjang-ganjing pasar saham dan mata uang, bisa jadi nilai saham dan rupiah kita diganjar secara berlebihan,” ujarnya.
SBY menekankan pentingnya menjaga ekonomi nasional dari krisis, sekaligus membangun ketahanan ekonomi jangka panjang. Ia mendukung penuh upaya pemerintah memperkuat fundamental ekonomi, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta menciptakan lapangan kerja untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Baca juga : Sikapi Tarif Trump, ASPAKI Minta Pemerintah Pertahankan Kebijakan TKDN
“Kita harus bergerak cepat, namun harus bisa berlari jauh. Insya Allah tantangan berat yang kita hadapi ini akan menjadi peluang baik bagi masa depan ekonomi kita,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.