RM.id Rakyat Merdeka - Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) kembali memberangkatkan Emergency Medical Team (EMT) atau tim medis darurat ke Gaza, Palestina. Tim ke-2 ini akan diberangkatkan, Selasa (15/4/2025) pagi.
Tim yang beranggotakan lima dokter spesialis untuk rotasi Tim EMT ke-1 yang akan kembali ke Tanah Air pada hari yang sama. Tim EMT ke-2 dan akan bekerja di wilayah terdampak konflik selama dua pekan.
Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional BSMI M. Djazuli Ambari mengatakan, misi ini bertujuan untuk memberikan bantuan medis bagi warga Gaza yang terdampak konflik.
Selain itu, untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan Palestina yang terus mengalami penderitaan akibat konflik berkepanjangan.
Baca juga : 11.175 Pemudik Kembali Melalui Terminal Kampung Rambutan
"Sampai hari ini penderitaannya luar biasa. Tenaga kesehatan mereka ribuan terbunuh dan mereka kekurangan alat dan obat," kata Djazuli di Jakarta Timur, Senin (14/4/2025).
Djazuli bilang, Tim EMT ke-2 ini akan melanjutkan tugas dari Tim EMT ke-1 yang terdiri dari dr. Dany Erlangga, Sp.BS (Spesialis Bedah Saraf) dan dr. Rinaldi Tri Fristianto, Sp.An (Spesialis Anestesi).
"Tim kedua dikirimkan untuk meringankan beban kerja mereka. Ini harapannya berkesinambungan," ujarnya.
Ketua Tim EMT ke-2 Prof. Dr. dr. Basuki Supartono menegaskan, misi ini sepenuhnya bersifat kemanusiaan dan tidak ada unsur politik.
Baca juga : Indonesia Kirim Tim USAR ke Myanmar Pasca Gempa
"Kami berangkat untuk mengobati pasien. Mohon doa agar kami diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan," kata Basuki di Jakarta, Senin (14/4/2025).
Ketua Majelis Pertimbangan Anggota (MPA) BSMI ini berharap, perjalanan menuju ke Gaza lancar dan tidak ada kendala saat melewati perbatasan.
Diakui dia, Gaza tengah dalam kondisi sulit. Banyak tenaga medis wafat dan infrastruktur rusak.
Selain itu, jalur masuk manusia juga dibatasi, hanya bisa lewat Yordania dan tidak boleh membawa benda atau peralatan, termasuk peralatan medis. “Alhamdulillah, kabar yang kami dapat, peralatan di sana sudah cukup lengkap,” ujarnya.
Baca juga : Pembangunan Kembali 17 Kios Pasar Ciamis Segera Dimulai
Basuki bilang, dana untuk kegiatan ini sepenuhnya berasal dari donasi atau sumbangan masyarakat. Dia pun mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberangkatan tim, termasuk masyarakat yang terus mengalirkan donasi dan doa.
“Kami hadir bukan sekadar sebagai tenaga medis, melainkan sebagai perpanjangan tangan rakyat Indonesia dalam menyalurkan harapan bagi mereka yang hidup dalam ketidakpastian,” ucapnya.
Selain Basuki, yang merupakan Spesialis Ortopedi, Tim EMT ke-2 ini adalah: dr. Prita Kusumaningsih, Sp.OG (Spesialis Obgyn/Kandungan); dr. Nurcholis Hendry Nugraha, Sp.An (Spesialis Anastesi); dr. Harfindo Nismal, Sp.BM (Spesialis Bedah Mulut) dan drg. Muchamad Sarbini Wahid (Dokter Gigi).
Diungkap Basuki, anggota Tim EMT ke-2 ini sudah berpengalaman dalam menangani korban perang. Mereka pernah bertugas di Rafah, Palestina. Mereka juga telah mendapatkan predikat sebagai Emergency Medical Team (EMT) dari WHO.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.