RM.id Rakyat Merdeka - Memperingati Hari Pendidikan Nasional, pakar Hukum Tata Negara dari STIH IBLAM Radian Syam menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang sadar hukum dan berkeadaban.
Menurutnya, budaya hukum yang kuat harus ditanamkan sejak dini melalui sistem pendidikan yang terstruktur, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter kebangsaan.
“Kita tidak bisa berharap masyarakat patuh hukum jika sejak kecil mereka tidak diperkenalkan pada nilai-nilai keadilan, aturan, serta tanggung jawab sebagai warga negara,” ujar Radian Syam.
Radian menilai pendidikan hukum tidak harus selalu hadir dalam bentuk mata pelajaran tersendiri.
Baca juga : Mencerdaskan Akal, Menguatkan Mental: Pendidikan Indonesia di Persimpangan Digital
Nilai-nilai hukum dapat diintegrasikan dalam pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, pendidikan karakter, serta kegiatan ekstrakurikuler.
Ia mendorong kolaborasi antara sekolah dan institusi hukum untuk menghadirkan pembelajaran interaktif seperti simulasi sidang, kunjungan ke pengadilan, hingga pelatihan hak asasi manusia.
Hari Pendidikan Nasional 2025 yang mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” dalam pidato hari pendidikan nasional oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, dinilai menjadi momentum tepat untuk mengevaluasi peran pendidikan dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran hukum yang tinggi.
“Melek hukum bukan hanya soal hafal pasal, tetapi soal memahami hak dan kewajiban, serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara beradab dan berkeadilan,” tambah Radian.
Baca juga : Aismoli Dorong Pemerintah Bikin Peta Jalan Kendaraan Listrik
Lebih lanjut, Radian menekankan pentingnya menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia.
Menurutnya, kesadaran hukum yang tumbuh dari dunia pendidikan akan memperkuat fondasi negara hukum yang demokratis dan berkeadilan sosial.
Sebagai saran, Radian mengajak semua pihak, baik pemerintah, dunia pendidikan, maupun masyarakat luas, untuk secara aktif mengembangkan kurikulum yang responsif terhadap tantangan zaman.
Kemudian, memperkuat pelatihan bagi guru dalam mengajarkan nilai-nilai hukum, serta memastikan keterlibatan siswa dalam aktivitas nyata yang menumbuhkan semangat kebangsaan dan kepatuhan hukum.
Baca juga : Kulkas 4 Pintu AQUA Berikan Solusi untuk Kebutuhan Dapur Masa Kini
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, tetapi juga pembentuk karakter dan pelindung masa depan bangsa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.