RM.id Rakyat Merdeka - Kecelakaan bus ALS di Padang Panjang yang merenggut 12 nyawa dan melukai 23 orang menuai reaksi keras dari kalangan legislatif. Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKB, Irmawan, mendesak aparat dan pemerintah menyelidiki tuntas penyebab kecelakaan serta menindak tegas pihak operator bila terbukti lalai.
“Kami sangat berduka atas tragedi ini. Nyawa manusia tak boleh jadi korban kelalaian. Jika terbukti ada kelalaian dari pihak operator, jangan ragu cabut izin operasional bus tersebut,” tegas Irmawan, Rabu (5/2025).
Dugaan awal menyebut rem bus tidak berfungsi saat kejadian, yang mengarah pada potensi pelanggaran dalam aspek keselamatan dan pemeliharaan kendaraan. Menurut Irmawan, kelalaian seperti ini tidak bisa ditoleransi karena menyangkut keselamatan puluhan penumpang.
Baca juga : Kecelakaan Purworejo Hari Ini: Angkot Ibu-ibu Pengajian Ditabrak Truk, 11 Tewas
“Fungsi rem itu vital. Jika rem tidak berfungsi dan tetap digunakan mengangkut penumpang, itu pelanggaran serius atas keselamatan,” ujarnya.
Selain teknis kendaraan, Irmawan menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) oleh operator bus, termasuk pemeriksaan kelayakan dan usia kendaraan. Ia merujuk Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 98 Tahun 2013 yang mengatur usia maksimal bus antar kota dalam provinsi (AKDP) adalah 25 tahun.
“Saya minta Kemenhub periksa apakah bus yang terlibat masih laik jalan secara usia,” katanya.
Aspek non-teknis juga turut disorot, khususnya soal jam kerja pengemudi. Irmawan mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap jam kerja maksimal delapan jam sebagaimana diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009. “Kelebihan jam kerja bisa picu kelelahan dan jadi faktor kecelakaan,” tambahnya.
Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan Aceh I, Irmawan juga mendorong Kementerian Perhubungan untuk memperkuat pengawasan serta membuat daftar operator bus yang patuh dan tidak patuh terhadap SOP keselamatan. Sanksi tegas dinilainya penting sebagai langkah preventif dan efek jera.
“Ini bukan kecelakaan pertama. Sudah saatnya pendekatan keselamatan menjadi prioritas utama. Jangan tunggu nyawa melayang lagi,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.