RM.id Rakyat Merdeka - Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (JATMA ASWAJA) meluncurkan aplikasi Mahabbah dalam acara pengajian Kliwonan di Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (23/5/2025).
Kehadiran Mahabbah sebagai jawaban nyata untuk mengisi ruang digital dengan nilai-nilai spiritual tarekat.
Sekretaris Jenderal JATMA ASWAJA, Helmy Faishal Zaini mengatakan, kehadiran Mahabbah merupakan strategi dakwah digital yang sejalan dengan misi organisasinya dalam meneguhkan moderasi beragama dan menjaga harmoni kebangsaan.
Baca juga : Kemenag Kenalkan Munakosah, Inovasi Layanan Akomodasi Jemaah Haji di Asrama
"Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendekatkan umat kepada nilai-nilai ketuhanan, bukan justru menjauhkannya. Mahabbah adalah manifestasi dari jihad intelektual dan spiritual dalam era digital. Harapannya dengan akses aplikasi Mahabbah ini, pelaku jalan tarekat semakin dekat dengan Allah, Rasulullah dan para mursyid tarekat," kata Helmy, dalam keterangannya, Sabtu (24/5/2025).
Saat ini, aplikasi Mahabbah menawarkan beragam fitur yang menjadi sarana untuk lebih mengenal tentang manfaat tarekat dalam keseharian.
Di antaranya fitur streaming majelis dzikir dan shalawat, koleksi wirid dan doa harian yang disusun berdasarkan sanad ulama thariqah al mu'tabarah.
Baca juga : JATMAN Pusat Sahkan Kelengkapan Organisasi
"Ada juga fitur Kajian aswaja dan nasihat ulama, yang memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin. Ada juga fitur forum silaturahmi antar santri dan alumni yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah dan memperluas jaringan kebaikan jaringan santri di seluruh dunia," ungkap Helmy.
Helmy menegaskan, sambutan yang positif dari publik menjadi penyemangat bagi JATMA ASWAJA untuk terus mengembangkan aplikasi Mahabbah yang sesuai dengan kebutuhan spiritual umat dan bangsa.
"Ribuan user aktif di awal peluncuran ini sebagai tanda bahwa inovasi JATMA ASWAJA, melalui aplikasi Mahabbah diterima dengan baik. Ini bagian dari rasa syukur kita bersama untuk terus menyiarkan nilai-nilai kebaikan dalam ajaran tarekat yang dicontohkan para mursyid," jelas Helmy.
Baca juga : Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Lakukan Aksi Nyata, Cegah Wabah DBD
Mahabbah yang berarti kasih sayang menjadi bukti nyata bahwa ruang digital yang diisi dengan rasa kasih sayang dan cinta kasih menjadi detoks bagi manusia, di tengah banjir informasi yang datang silih berganti.
"Aplikasi Mahabbah bukan sekadar platform digital. Ia adalah wasilah (jembatan) untuk menghidupkan kembali ruh spiritualitas Ahlussunnah wal Jama’ah dalam kehidupan modern. Di dalamnya ada cinta kepada Allah, Rasulullah, dan para Ulama dan Aulia tak lekang oleh zaman," jelas Helmy.
Diketahui, jumlah pengguna aktif aplikasi Mahabbah per hari ini sudah mencapai lebih dari 1000 dan akan terus bertambah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.