RM.id Rakyat Merdeka - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) hadir berkat niat mulia Presiden Prabowo Subianto sebagai solusi memutus mata rantai kemiskinan. Untuk menghindari potensi beban bagi warga desa dan implikasi hukum terkait ketergesa-gesaan deadline pelaksanaan.
Langkah mulia Pemerintah perlu dibarengi beberapa perbaikan. Khususnya soal Anggaran Dasar (AD), skema pembiayaan, dan sosialisasi pendirian.
Hal tersebut disampaikan Direktur ACG Advisory Agung Nur Fajar dan Pakar Ekonomi UGM Gunawan Sumodiningrat dalam diskusi via zoom meeting yang dihadiri ratusan warga dan penggiat koperasi daerah, Selasa (27/5/2025).
Menurut Agung, Presiden Prabowo sedang 'memanaskan' mesin Pemerintahannya agar dapat segera gas pol merealisasikan pembangunan pro-rakyat. Buktinya, pedesaan dilanda euforia dan ramai chit-chat menyambut KMP.
"Sayangnya, keinginan Presiden kurang diimbangi perencanaan matang teknokratik," buka Agung.
Baca juga : PSSI Tuntaskan Program Beasiswa Kepelatihan Putri
Di sisi lain, sejak KMP diumumkan pada awal Maret lalu, masyarakat kembali bergairah untuk berkoperasi. Sebanyak 80 ribu desa telah digerakkan untuk melakukan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus).
"Itu capaian yang besar. Kini saatnya Pemerintah menyelesaikan peta jalan, model bisnis, serta panduan pengembangan yang komprehensif dan terkodifikasi lintas Kementerian/Lembaga agar menjadi acuan di lapangan," beber Agung.
Agung mengingatkan, potensi cacat pembentukan KMP yang bisa berimplikasi hukum dan membebani Pemerintah di kemudian hari. Pertama, cacat prosedur. Bukan via Musdesus, tapi idealnya melalui Rapat Pendirian Koperasi.
"Maka timbul persepsi KMP didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Desa. Padahal, koperasi dimiliki masyarakat yang menjadi anggota, akibat KMP didirikan dalam forum Musdesus. Membedakan Musdesus dan Rapat Pendirian KMP cukup jeda 1-15 menit saja," saran Agung.
Kedua, cacat substansi. Agung menilai AD KMP belum menggambarkan visi yang digambarkan Presiden. Yakni, KMP sebagai mitra strategis Pemerintah Desa guna menyejahterakan warganya.
Baca juga : Atasi Ketimpangan, Budi Arie & Puan Kompak Usung Kopdes Merah Putih
"AD KMP dibuat berdasarkan template AD KSP (Koperasi Simpan Pinjam). Kurang pas," katanya.
Ketiga, soal pengelolaan dan strategi komunikasi. Diharapkan masyarakat tidak terlalu jauh bermimpi. Sementara skema permodalan dan pembiayaan belum fixed.
"Jika tidak diluruskan, akan menjadi beban janji," tandas Agung.
Perihal isu pendapatan dan gaji fantastis, juga kiranya bisa diredam. "Disebut-sebut gaji anggota KMP kisaran Rp 5-8 juta per bulan. Mungkin bisa terealisasi, asal koperasinya telah berkembang dan bukan tahun ini," ucap Agung.
"Besaran gaji karyawan disesuaikan kondisi usaha KMP dan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota), tapi imbalan untuk pengurus/pengawas tergantung besaran SHU (Simpanan Hasil Usaha) yang dihasilkan KMP. Semakin maju usahanya, maka SHU semakin besar, dan imbalan kerja Pengurus/Pengawas KMP akan bertambah besar. Meskipun porsi terbesarnya tetap untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi anggota," imbuhnya.
Baca juga : Didukung Komisi VI DPR, Kopdes Merah Putih Genjot Kredibilitas Program
Sementara itu, Gunawan Sumodiningrat menegaskan, KMP sudah melaksanakan amanah Pembukaan UUD 1945 berdasarkan Pancasila sebagai jati diri bangsa. Suatu instrumen strategis pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan memberdayakan UMKM.
"KMP adalah pilar Asta Cita Prabowo-Gibran," ujar eks Sekretaris Komite Penanggulangan Kemiskinan itu.
Gunawan berharap, KMP berkembang seiring modernitas zaman dan digitalisasi. Koperasi sebagai jiwa, semangat, badan hukum dan badan usaha.
"Hasil usaha koperasi akan lebih elok jika meningkat cepat dan berlipat ganda, sehingga memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran anggota. Koperasi menjadi jiwa dan semangat, prestasinya adalah korporasi dan profesional. Koperasi yang demikian bakal tulang punggung perekonomian nasional," tutur pendiri Media Center dan Forum Pendamping Desa Ekonomi Kreatif di Sardonoharjo, Yogyakarta itu.
"Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya. Ruhnya koperasi, gerak usahanya korporasi," tuntas Gunawan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.