RM.id Rakyat Merdeka - Prodi Ilmu Politik Universitas Bakrie kembali menggelar diskusi rutin tahunan Indonesian Youth SDGs Summit (IYSDGs) 2025.
Kali ini, YSDGs menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dan generasi muda dalam dialog lintas sektor yang membahas isu pembangunan berkelanjutan di Auditorium RRI Abdulrahman Saleh, Jakarta pada Sabtu (24/5) lalu.
Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Future-Ready Cities: Pioneering Sustainable Innovation through Policy Development”, dengan fokus pada peran inovasi dan kebijakan publik dalam membentuk kota masa depan.
"Future-ready city bukan hanya soal infrastruktur canggih. Kota masa depan harus dibangun dengan data yang kuat dan sistem yang berjalan baik,” jelas Dr.rer.pol. Aditya Batara, Ketua Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie dalam pernyataannya.
Sesi pertama IYSDGs dibuka Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan (Bappenas), Pungkas Bahjuri Ali yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam ekosistem pembangunan.
Baca juga : Di SIDSSA 2025, RI Dorong Infrastruktur Berkelanjutan Dan Transisi Energi
“Keterlibatan anak muda menjadi faktor penting dalam memastikan arah kebijakan yang berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya.
CEO Voltron Indonesia, Abdul Rahman Elly dalam sesi bertajuk “Energy Transition: Future-Ready Cities and Renewable Innovation” menyampaikan, pengembangan energi terbarukan di kawasan perkotaan memerlukan dukungan kebijakan yang konsisten.
“Transisi energi memerlukan kerangka regulasi yang adaptif agar inovasi bisa berjalan berkelanjutan” jelasnya.
Pada sesi mengenai kendaraan listrik, Country CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyampaikan adopsi teknologi kendaraan rendah emisi perlu dibarengi dengan infrastruktur yang mendukung.
“Inovasi kendaraan listrik akan relevan jika didukung oleh kebijakan insentif dan kesiapan sistem pendukungnya” katanya.
Baca juga : PNM Siap Wujudkan Keuangan Syariah Berkelanjutan Lewat Program Mekaar
Deliani Siregar, peneliti perencanaan kota dan inklusivitas, menyoroti pentingnya transportasi publik yang dapat diakses oleh semua kelompok masyarakat.
“Desain sistem transportasi publik perlu mempertimbangkan aksesibilitas sebagai komponen utama pembangunan kota berkelanjutan” tuturnya.
Sesi kedua, menghadirkan pendekatan kebijakan dari sisi sinkronisasi antar sektor. Andri Akbar Marthen, Co-Founder dan Research Director di Think Policy Society, menjelaskan, desain kebijakan perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan administratif lokal.
“Efektivitas kebijakan publik sangat dipengaruhi oleh kesesuaian dengan konteks daerah tempat kebijakan tersebut diterapkan” ungkapnya.
Menutup kegiatan, Bapak Aditya Batara kembali menekankan bahwa IYSDGs bukan hanya forum diskusi, melainkan bagian dari strategi pendidikan politik yang menekankan kolaborasi dan analisis berbasis data.
Baca juga : GPPE 2025 Resmi Dibuka, Dorong Inovasi Industri Percetakan dan Kemasan
“Kami ingin membentuk budaya berpikir kebijakan yang strategis di kalangan mahasiswa dan pemuda” ujarnya.
Terselenggaranya IYSDGs 2025 mendapat dukungan dari berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pembangunan berkelanjutan dan pentingnya partisipasi generasi muda.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.