BREAKING NEWS
 

Jempol Kena Palu, ABK Filipina Dievakuasi Basarnas Di Perairan Aceh

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Minggu, 1 Juni 2025 14:54 WIB
Tim Basarnas Banda Aceh melakukan evakuasi Anak Buah Kapal (ABK) asal Filipina yang mengalami kecelakaan kerja, Minggu (1/6). Foto: Humas Basarnas Bada Aceh)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) asal Filipina yang terluka akibat kecelakaan kerja di kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall. Proses penyelamatan berlangsung di Selat Benggala, tak jauh dari Pulau Weh dan Pulau Aceh.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain mengatakan, korban bernama Trimuya Erdaggo Jr, berusia 43 tahun. Ia mengalami cedera di ibu jari tangan kiri akibat terkena palu saat bekerja di atas kapal MT Chemstran Baltic.

“Korban dievakuasi karena luka akibat ibu jari tangan kiri terkena palu,” ujar Ibnu di Banda Aceh, dilansir ANTARA, Minggu (1/6).

Baca juga : PKB Bertekad Bisa Juarai Pemilu 2029

Pihaknya menerima informasi permintaan evakuasi melalui agen kapal pada Sabtu sore. Berdasarkan informasi dan permintaan tersebut, tim Basarnas mengevakuasi korban menggunakan kapal SAR KN Kresna KN Kresna 232.

Kapal tanker MT Chemstran Baltic diketahui tengah berlayar dari Tanjung Uban menuju Fujairah Point, Uni Emirat Arab. Namun dalam pelayaran, kapten kapal meminta bantuan karena salah satu krunya mengalami kecelakaan kerja dan butuh penanganan medis.

Adsense

Basarnas pun segera berkoordinasi dengan pihak kapal untuk menentukan titik evakuasi. Setelah disepakati, KN Kresna 232 diberangkatkan dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menuju perairan antara Pulau Aceh dan Pulau Weh.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Rabu 28 Mei Hadir Di Metropolitan Mall

Titik evakuasi berada sekitar enam mil laut dari Pelabuhan Ulee Lheue. Meski sedikit bergelombang, kondisi cuaca laut dinilai cukup aman untuk proses penyelamatan.

Sebelum dipindahkan ke kapal SAR, korban lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengecekan dokumen Imigrasi. Setelah dipastikan tidak membawa penyakit dan dokumennya lengkap, ia dievakuasi ke KN Kresna.

Setibanya di darat, Trimuya langsung dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Ia mendapat penanganan medis lanjutan atas luka di tangannya.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Selasa 27 Mei Hadir Di McD Harapan Indah

“Proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ucap Ibnu. Ia juga memastikan semua tahapan sesuai prosedur keselamatan.

Evakuasi ini turut melibatkan sejumlah instansi, mulai dari Balai Karantina Kesehatan, pihak Imigrasi, Syahbandar, Polri, hingga mitra Basarnas lainnya. Setelah operasi tuntas, seluruh personel dikembalikan ke instansi masing-masing.

“Dengan selesainya evakuasi warga negara Filipina tersebut, maka operasi SAR ditutup,” pungkas Ibnu Harris Al Hussain.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense