BREAKING NEWS
 

Pemerintah Mulai Salurkan Beras & Uang Tunai Untuk 18 Juta Keluarg

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : MUHAMAD FIKY
Senin, 2 Juni 2025 20:58 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (2/6/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat dalam skala besar. 

Kali ini, sebanyak 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan mendapatkan beras gratis 10 kilogram per bulan selama dua bulan dan tambahan bantuan tunai.

Program ini merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi nasional yang diarahkan langsung oleh Presiden ke 8, Prabowo Subianto. Bantuan pangan ini  untuk memperkuat daya tahan masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bantuan beras gratis ini diberikan bersamaan dengan tambahan tunai bagi penerima Program Kartu Sembako.

Baca juga : Prabowo Siapkan Bantuan Tunai Rp600 Ribu Untuk Pekerja Bergaji Rendah

“Saat ini untuk penebalan bantuan sosial akan diberikan tambahan dana Rp200 ribu per bulan, untuk dua bulan, kepada kelompok penerima manfaat untuk program Kartu Sembako sebesar 18,3 juta kelompok penerima manfaat,” kata Sri dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (2/6/2025).

Pemerintah memastikan bahwa setiap KPM akan menerima 20 kg beras gratis dan uang total Rp400.000 selama periode Juni dan Juli 2025, dibagi dalam dua kali penyaluran bulanan.

Adsense

“Selain diberikan Rp200 ribu per bulan untuk dua bulan yang akan dibayarkan pada Juni ini, mereka juga akan mendapatkan 10 kg bantuan beras gratis untuk dua bulan. Jadi akan dapat 20 kg beras,” ujar Menkeu.

Dia menjelaskan, program ini menyasar kelompok masyarakat paling rentan dan miskin yang telah tercatat dalam sistem bantuan sosial. Pemerintah menyadari bahwa selain bantuan tunai, kebutuhan pokok seperti beras masih menjadi beban utama rumah tangga.

Baca juga : Cetak Rekor! Mentan Ungkap Cadangan Beras Di Bulog Tembus 4 Juta Ton

Harga Petani Tetap Dijaga

Pemerintah juga menegaskan, bahwa kebijakan bantuan pangan ini tidak akan menjatuhkan harga beras di tingkat petani. Prinsip keseimbangan antara perlindungan konsumen dan kesejahteraan produsen tetap menjadi acuan.

“Pak Mentan akan menjaga penyaluran beras bisa membantu kelompok paling miskin dan rentan tanpa menyebabkan harga beras turun di tingkat petani,” jelas Sri.

Ia menambahkan, bahwa kebijakan ini dirancang agar nilai tukar petani tetap terjaga, sementara harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat miskin di perkotaan.

Baca juga : PM Li Disambut Pasukan Berkuda Dan 19 Kali Dentuman Meriam Di Istana Negara

“Kita harus mencari keseimbangan harga beras yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan harus dijaga nilai tukar petaninya dengan harga beras yang dijangkau oleh terutama kelompok miskin perkotaan agar bisa terjangkau,” pungkasnya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense