Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kabar dari Tanah Suci
Paviliun Bandara Jeddah, Ruang Singgah Jemaah Haji Penuh Cerita
Sabtu, 24 Mei 2025 13:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Paviliun atau ruang tunggu di Terminal Haji Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, sangat sibuk pada musim haji. Ruang ini berfungsi sebagai tempat singgah jemaah haji dari pesawat menuju bus.
Terminal Haji Bandara Jeddah memiliki lima gate (pintu). Gate A, B, C, D, dan E. Di setiap gate, terdapat empat paviliun. Misal Paviliun A1, A2, A3 dan A4. Begitu seterusnya.
Setiap paviliun berukuran sekitar 30 x 50 meter persegi. Beratap kanopi transparan dengan rangka bulat kokoh dan dipadukan besi hollow ukuran 4 x 4 sentimeter. Untuk menopang atap, di bagian tengah ruangan terdapat empat tiang berdiameter 50 sentimeter.
Cahayanya sangat cukup. Sebanyak 60 persen berdinding beton dan 40 persen menggunakan kaca bening.
Baca juga : Dirjen PHU Pompa Semangat Petugas Haji: Pekerjaan Baru 1/3 Perjalanan
Akses masuk ke ruangan ini sangat mudah. Karena memiliki dua akses besar dan enam pintu kecil. Meskipun di luar panas, ruangan ini selalu dingin. Ada 54 kisi-kisi AC berdiameter 20 sentimeter mengeluarkan udara dingin.
Terdapat videotron berukuran 2 meter x tiga meter yang menempel di satu sisi tembok. Videotron tersebut menginformasikan jadwal kedatangan pesawat di Bandara Jeddah.
Untuk menampung satu kloter jemaah, setiap paviliun dilengkapi 279 kursi yang nyaman. Di dalamnya, ada fasilitas mushala khusus laki-laki dan khusus perempuan. Ruangan mushala berdinding pagar besi dengan tingkat kerapatan sekitar 70 persen. Tinggi pagar sekitar 200 sentimeter.
Ruangan ini juga didukung kamar mandi dan tempat wudhu. Lokasinya tepat di samping paviliun. Fasilitasnya juga lengkap, mulai dari tempat wudhu, toilet, hingga kamar mandi. WC pun tersedia jenis duduk dan jongkok.
Baca juga : Arti Wukuf di Arafah dan Keutamaannya, Ini Penjelasan KH Abdul Moqsith Ghazali
Jemaah haji rata-rata singgah di paviliun sekitar 30 menit. Di sinilah terjadi interaksi antara petugas dan jemaah. Mulai dari mengarahkan masuk, mendorong kursi roda, mengelompokkan sesuai rombongan, hingga mendengarkan cerita dan keluh kesah jemaah.
Sapaan lemah lembut selalu terdengar dari mulut petugas haji saat jemaah masuk ke paviliun. "Selamat datang Bapak/Ibu." "Sehat-sehat selalu ya Bapak/Ibu".
Jemaah pun tak ragu meminta bantuan petugas. Mulai dari urusan teknis seperti meminta tolong mengaktifkan koneksi roaming telepon genggam, hingga meminta dirapikan kain ihramnya. Hingga terukir interaksi mendalam dan penuh emosi. Banyak cerita, kisah perjalanan hidup para jemaah yang menjadi pelajaran bagi petugas.
Terkadang, air mata tak bisa tertahan hingga membasahi pipi. Baik petugas maupun jemaah. Apalagi perjuangan jemaah haji lanjut usia (lansia) maupun disabilitas yang membuat haru.
Baca juga : Tim Monev Kemenag Siap Kawal Penyelenggaraan Haji 2025
Salam hormat, kasih sayang, dan cium tangan menjadi tanda perpisahan ketika jemaah haji ini mulai diberangkatkan ke bus dan berangkat ke Kota Makkah. Sebuah doa tulus mengiringi langkah para jemaah. "Selamat jalan Bapak/Ibu, sehat selalu dan semoga memperoleh predikat haji mabrur".
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya