BREAKING NEWS
 

Fateta IPB Siap Jawab Kebutuhan Asta Cita Prabowo di Sektor Pertanian

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 9 Juni 2025 18:11 WIB
Foto: Fateta IPB.

RM.id  Rakyat Merdeka - Himpunan Alumni Fakultas Teknologi Pertanian IPB University (Fateta IPB) menyatakan kesiapannya untuk menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian, sebagaimana tertuang dalam visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum Himpunan Alumni Fateta IPB (HAF) Luhur Budijarso menegaskan, Fateta dan para alumninya berada di garis depan dalam mendorong sinergi antara riset, inovasi teknologi, dan kebutuhan nyata di lapangan.

Pernyataan ini menyikapi betapa pentingnya Fateta, ketimbang diubah menjadi sekolah teknik.

 “Saat ini kita menghadapi tantangan yang luar biasa besar dan pemerintah, Pak Prabowo melalui Asta Cita menekankan betapa pertanian ini menjadi garda terdepan,” ujar Luhur, di sela-sela Diskusi Akademik di IPB Convention Centre, Senin (10/6/2025).

Baca juga : Ini Kata Pengamat Soal Momen Kebersamaan Prabowo, Megawati Dan Gibran

“Pertanian akan menjadi garda terdepan sebagaimana arahan Pak Prabowo. Tantangan yang kita hadapi luar biasa besar, dan tidak bisa dijawab oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen pemerintah, akademisi, alumni, industri untuk menciptakan solusi yang konkret dan berkelanjutan,” tegas Luhur.

Saat ini, Fateta juga bekerja sama Kementerian Pertanian untuk pengembangan pertanian berbasis teknologi serta ketahanan pangan.

Sementara itu, Presiden International Union of Food Science and Technology, Prof. Aman Wirakartakusumah, juga menekankan peran krusial Fateta dalam pembangunan pertanian nasional yang berdaulat, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Adsense

Menurutnya, Fateta sejak awal dirancang sebagai hibrida keilmuan antara teknik, ilmu alam, manajemen, dan teknologi, yang seluruhnya menjadi tulang punggung sistem pertanian modern dari hulu ke hilir.

Baca juga : Memperkukuh Trisakti Dan Asta Cita Di Momentum Hari Lahir Pancasila

Alumni IPB, menurut Prof Aman sudah mendunia. Salah satunya, Prof. Dr. Ir. Florentinus Gregorius Winarno yang sempat menjadi President Codex Alimentarius Commission (CAC) sebuah badan yang menetapkan standar mutu pangan di bawah FAO dan berkedudukan di Roma, Italia, selama dua periode di tahun 1991-1995.

Dia pun menilai, nama besar Fateta ini cenderung dikerdilkan jika bertransformasi menjadi sekolah teknik.

“Tanpa teknologi, kita kehilangan jiwa pembangunan pangan. Dari pengelolaan lahan, air, pupuk, hingga pascapanen dan industri pengolahan, semuanya membutuhkan pendekatan berbasis sains dan teknologi,” jelas Prof. Aman, yang juga Guru Besar IPB.

Ia menambahkan, Fateta IPB memiliki peran strategis dalam mendukung sistem pangan nasional, termasuk aspek kesehatan manusia, energi terbarukan, dan ketahanan lingkungan.

Baca juga : Kementan Ajak Generasi Muda Aktif Terlibat Di Sektor Pertanian

“IPB mencakup seluruh mata rantai pertanian, dan Fateta adalah kunci penghela inovasinya. Pembangunan ke depan harus dipandu oleh teknologi. Ini bukan hanya tentang pangan, tapi tentang masa depan bangsa,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, sikap Rektor IPB Arif Satria terkait perubahan Fateta menjadi sekolah teknik setelah menerima usulan dari Dekan Fateta Prof Slamet Budijanto.

Pada posisi ini, para Alumni bergembira sebab pada dasarnya stakeholders Fateta bisa memberi masukan, tak serta merta hanya keputusan Dekan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense