RM.id Rakyat Merdeka - Badan Penyelenggara (BP) Haji bakal menelusuri dugaan pungutan liar atau pungli dalam layanan Safari Wukuf Lansia.
Menurut pengakuan beberapa jemaah lansia, pungli diduga dilakukan oleh oknum-oknum KBIH yang bukan merupakan petugas resmi pemerintah.
Tenaga Ahli BP Haji, Rachmat Tri Fahmi menegaskan, layanan Safari Wukuf Lansia merupakan fasilitas khusus yang disediakan secara gratis oleh pemerintah.
“Kami akan melakukan proses tabayyun atau klarifikasi kepada pihak-pihak terkait terlebih dahulu untuk memvalidasi pernyataan dari jemaah tersebut,” ujar Rachmat, Senin (9/6/2025).
Ia menegaskan, proses konfirmasi ini penting guna memastikan keakuratan informasi sebelum pengambilan tindakan lebih lanjut.
Baca juga : Libur Idul Adha, BRI Pastikan Layanan Digital Hingga Weekend Banking Aman
Hal ini disampaikan oleh Fahmi sesaat setelah inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Program Safari Wukuf Lansia sendiri telah berlangsung sejak 2023 dan kini memasuki tahun ketiga pelaksanaan.
Layanan ini diperuntukkan bagi jamaah lanjut usia, berisiko tinggi secara medis, serta yang berada dalam kondisi kesehatan mengkhawatirkan.
“Para jamaah dikumpulkan di hotel-hotel transit dan difasilitasi menuju Arafah untuk menjalankan wukuf, salah satu rukun utama ibadah haji. Seluruh layanan ini disediakan secara cuma-cuma oleh pemerintah,” tambah Fahmi.
Fahmi menekankan bahwa praktik pungutan dalam bentuk apa pun terhadap layanan ini merupakan pelanggaran serius yang mencoreng semangat kolektif dalam penyelenggaraan ibadah haji yang berintegritas.
Baca juga : Titik Balik Perjalanan Spiritual Manusia
“Kami berkomitmen menyelenggarakan pelayanan haji yang akuntabel, transparan, dan prima. Terhadap oknum yang mencoreng amanah ini, kami akan bertindak tegas,” tegasnya.
BP Haji juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas Satgas Safari Wukuf Lansia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi selama musim haji 2025.
“Kami menilai para petugas telah menjalankan tugas secara profesional dan menunjukkan integritas dalam melayani jamaah di lapangan,” tuturnya.
Sebagai langkah strategis ke depan, BP Haji kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji tahun 2025.
Evaluasi ini akan menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan haji tahun 2026, yang sepenuhnya berada di bawah kewenangan BP Haji.
Baca juga : Tinjau Embarkasi Solo, Irjen Kemenag Pastikan Layanan Cepat dan Aman
“Evaluasi terhadap tata kelola, pengawasan, dan sistem pelayanan akan menjadi bekal penting bagi kami untuk memperkuat sistem penyelenggaraan haji tahun mendatang,” ujar Fahmi.
BP Haji juga mengimbau seluruh jamaah agar tidak memberikan uang atau imbalan apa pun kepada pihak mana pun untuk mendapatkan akses ke layanan Safari Wukuf Lansia.
“Jika menemukan praktik pungutan liar, jamaah diminta segera melaporkannya kepada petugas haji resmi di lapangan,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.