Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina: Tak Ada Pertamax Oplosan, Kualitas Terjaga dan Selalu Diuji
Kamis, 27 Februari 2025 14:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Isu pengoplosan BBM antara Pertalite dan Pertamax yang belakangan ini mencuat, telah menimbulkan keresahan kalangan masyarakat. Berbagai spekulasi bermunculan, mempertanyakan apakah benar terjadi praktik manipulasi bahan bakar yang dapat merugikan konsumen.
Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas Harian (Pth) Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo, memberi klarifikasi. Seperti dikutip Antara, Kamis (27/2/2025), dia menegaskan, perusahaan komitmen menjaga kualitas dan integritas BBM yang beredar di Indonesia.
Salah satu aspek utama dalam kontroversi ini adalah pemahaman masyarakat tentang istilah blending dan oplosan.
Dalam industri perminyakan, blending adalah proses yang sah dan dikendalikan secara ketat untuk mendapatkan produk sesuai standar yang ditetapkan. Berbeda dengan oplosan, yang mengacu pada praktik ilegal dalam mencampurkan bahan bakar dengan cara yang tidak sesuai regulasi dan berpotensi merugikan konsumen.
Mars Ega menjelaskan, produksi BBM dilakukan dengan mekanisme yang transparan dan berstandar tinggi.
Baca juga : Dirut Pertamina Jamin Pertamax Sesuai Standar Dan Spesifikasi
Pertalite (RON 90) dan Pertamax (RON 92) diperoleh dari kilang maupun impor sebagai produk jadi, tanpa ada praktik peningkatan RON di terminal BBM. Hal yang dilakukan hanyalah penambahan zat pewarna (dyes) dan aditif untuk menjaga identitas serta meningkatkan performa bahan bakar, tanpa mengubah kualitas oktannya.
Pernyataan ini diperkuat dengan adanya prosedur ketat dalam pengawasan mutu BBM. Setiap produk yang masuk ke terminal BBM telah melalui serangkaian uji kualitas, termasuk certificate of quality (COQ) dari kilang, serta uji acak (random sampling), sebelum disalurkan ke masyarakat. Ini menegaskan, tidak ada manipulasi dalam proses distribusi BBM oleh Pertamina.
Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung Tutuka Ariadji setuju bahwa blending merupakan proses yang biasa dilakukan di kilang untuk mendapatkan produk spesifikasi tertentu.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga menyatakan, skema blending BBM tidak menyalahi aturan, selama spek atau kualitas bahan bakar yang diproduksi sesuai dengan standar yang berlaku.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung mengungkapkan adanya dugaan pengoplosan dalam tata kelola BBM pada periode 2018-2023, yang menimbulkan potensi kerugian negara hingga Rp 193,7 triliun dan berpotensi bertambah.
Baca juga : Menteri ESDM: Kualitas BBM Sesuai Standar
Hanya saja, penting untuk dicatat bahwa penyelidikan ini menyoroti praktik bisnis di masa lalu dan tidak serta-merta mencerminkan kondisi BBM yang beredar saat ini.
Merespons hal ini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan, pihaknya sudah memperkuat sistem pengawasan untuk memastikan setiap liter BBM yang dijual di SPBU sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan, produk Pertamax dan seluruh produk Pertamina lainnya telah memenuhi standar dan spesifikasi, yang ditentukan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM.
Simon menambahkan, produk BBM Pertamina secara berkala dilakukan pengujian dan diawasi secara ketat oleh Kementerian ESDM, melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Berbagai proses uji kualitas dilakukan di setiap tahap distribusi, termasuk di kapal, terminal, dan tangki timbun, sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen.
Baca juga : Dirut Pertamina Pastikan Kualitas Pertamax Sesuai Standar Ditjen Migas
Dia menyatakan, Pertamina sangat memahami bahwa kepercayaan masyarakat adalah aset yang sangat berharga. Oleh karena itu, perusahaan terus berupaya meningkatkan transparansi dalam pengelolaan BBM.
Ia juga menjelaskan, Pertamina telah mengimplementasikan sistem kontrol mutu berstandar tinggi, mulai dari pengolahan di kilang, hingga distribusi di SPBU.
Dengan adanya teknologi, seperti electronic test report (ELTRO) dan random sampling, kualitas BBM yang diterima masyarakat dapat dipastikan tetap sesuai dengan spesifikasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya