Sebelumnya
Situasi mencekam baru dirasakan Ali saat dirinya bersama WNI lain bermalam di kantor KBRI di Teheran. Saat itu, kata dia, perang sedang tinggi. Israel meluncurkan banyak rudal dan drone untuk menggempur Teheran. “Keadaan di sana cukup mencekam karena serangan dari Israel datang silih berganti, kadang berhenti, lalu lanjut lagi,” ujar Ali.
Meskipun serangan terjadi intens, ia menyebut tidak ada ledakan yang sampai menyentuh daratan di sekitar KBRI. “Saya lihat sendiri, tidak ada serangan yang sampai menghantam tanah. Drone pertahanan Iran berhasil mencegatnya,” ungkap pria berusia 20 tahun ini.
Selain bunyi ledakan dan sirine yang merang-raung, akses internet juga sempat diputus. Hal ini menyulitkan WNI berkomunikasi dengan keluarga maupun akses terhadap informasi terkini.
Baca juga : Prabowo Senang Dan Bangga
“Kami tidak bisa mendapat berita atau menghubungi keluarga karena internet diputus. Saya baru bisa mengabari keluarga saat sudah sampai di Azerbaijan,” sebut Ali.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha menjelaskan, evakuasi dilakukan menyusul memburuknya situasi keamanan di Iran akibat serangan militer Israel. Saat ini, Pemerintah tengah menyiapkan proses evakuasi kedua bagi WNI yang telah berada di Azerbaijan.
Sementara itu, 18 WNI lainnya yang dijadwalkan tiba pada hari yang sama melalui Doha, Qatar, mengalami penundaan karena penutupan ruang udara di kawasan tersebut. Penerbangan mereka sempat dialihkan ke Jeddah dan sebagian kini telah melanjutkan perjalanan ke Jakarta. “KBRI Doha dan KJRI Jeddah telah memberikan bantuan dan pendampingan kepada mereka,” terang Judha, dalam keterangannya.
Baca juga : Fahmi Hatib: Kebijakan Ini Untuk Menghemat Anggaran
Sementara itu, Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kemlu RI, Andy Rachmianto, mengatakan ada 200 lebih WNI menolak dievakuasi dan memilih menetap di Iran di tengah konflik dengan Israel. Andy menyebut mayoritas WNI itu menetap di Kota Qom, Iran. “Dan konsentrasi WNI kita paling banyak memang di Kota Qom khususnya mahasiswa yang sedang belajar. Jadi karena Qom itu kota sucinya mereka, Kota Qom itu tidak menjadi target serangan,” kata Andy.
Andy menyebut Kota Qom dinilai aman lantaran disucikan. Ia mengatakan di kota tersebut tak terdengar suara sirene selama eskalasi antara Iran dan Israel terjadi. Alasan inilah yang jadi salah satu penyebab, WNI enggan dievakuasi.
“Karena itu saudara-saudara kita yang di sana merasa ya mungkin mereka belum perlu lah, untuk kembali ke Indonesia,” pungkasnya. UMM
Baca juga : Satriwan Salim: Antrean Yang Ingin Jadi Guru Semakin Panjang
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Kamis, 26 Juni 2025 dengan judul "Cerita WNI Di Teheran Setelah Dievakuasi Mencekam, Lelah, Terus Berdoa Supaya Selamat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.