Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dapat Suntikan Modal Danantara Rp 6,6 Triliun
Garuda Punya Amunisi Buat Dongkrak Kinerja
Kamis, 26 Juni 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mendapat amunisi untuk memacu kinerja. Maskapai pelat merah ini mendapatkan bantuan modal dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) sebesar 405 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 6,6 triliun.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyebut, kucuran modal ini menjadi babak baru dalam restrukturisasi dan transformasi Garuda Indonesia. Menurutnya, Danantara Indonesia mengambil peran lebih dari sekadar penyandang dana.
“Investasi ini merupakan komitmen jangka panjang untuk menghidupkan kembali dan memperkuat Garuda Indonesia,” kata Dony di Jakarta, Selasa (24/6/2025).
Mantan Direktur Utama InJourney ini menuturkan, penyaluran dana tersebut adalah bentuk nyata dari mandat transformasi yang diemban, dengan pendekatan yang profesional, terukur dan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik.
“Kami bukan sekadar memberikan pendanaan, namun hadir sebagai pemegang saham dengan mandat yang jelas dan pendekatan institusional,” ucap Dony.
Dukungan ini difokuskan pada aspek vital operasional, seperti perawatan, perbaikan dan pemeriksaan armada, baik untuk Garuda Indonesia sebagai Full Service Carrier (FSC) maupun Citilink sebagai Low Cost Carrier (LCC).
Menurut Dony, pendanaan ini menjadi fondasi dari transformasi jangka panjang yang akan melibatkan optimalisasi bisnis, efisiensi finansial, serta penguatan tata kelola perusahaan.
Dia menjelaskan, kerja sama dengan Danantara tidak hanya terkait menyuntikkan dana segar. Namun, juga membawa pendekatan institusional dalam menjalankan transformasi.
Baca juga : Hilirisasi Obat Mujarab Hadapi Gejolak Ekonomi
“Proses akan dijalankan secara bertahap, dengan evaluasi rutin atas pencapaian dan akuntabilitas,” ujarnya.
Danantara juga memastikan, proses transformasi berjalan sesuai rencana. Setiap tahapan akan dievaluasi berdasarkan capaian.
“Fokus utama kami adalah menjaga keberlangsungan operasional, serta kualitas layanan Garuda Indonesia dan Citilink,” terang Dony.
Transformasi menyeluruh ini juga diarahkan untuk mendorong Garuda menjadi maskapai yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di kawasan.
“Upaya tersebut sejalan dengan misi untuk berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional, yang inklusif dan tangguh,” ucap Dony.
Sementara, Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan menjelaskan, kemitraan dengan Danantara sebagai tonggak penting dalam restrukturisasi perusahaan. Karena itu, Wamildan optimistis, bantuan ini menjadi katalisator menuju pemulihan operasional penuh. Sebab, pihaknya meyakini bahwa keberhasilan penyehatan kinerja tidak hanya bergantung pada dukungan finansial semata.
“Namun juga pada komitmen perusahaan yang didukung oleh berbagai pihak, untuk menata ulang strategi operasional dan bisnis secara menyeluruh,” kata Wamildan.
Garuda Indonesia menargetkan mengoperasikan sekitar 120 pesawat hingga tahun 2030, seiring upaya ekspansi jaringan dan penguatan armada.
Baca juga : Perketat Rekrutmen, Cegah Ordal & Upeti
Wamildan memperkirakan, tahun 2026 akan menjadi titik balik penting, saat Garuda Indonesia mulai kembali mencetak laba bersih (net income) positif.
“Garuda akan membukukan net income yang positif dan ini menjadi bagian dari peningkatan dan optimasi dari operasional perusahaan,” jelas Wamildan.
Pengamat penerbangan Alvin Lie menyambut baik langkah Danantara yang sudah menyetujui memberikan pinjaman (Shareholder Loan). Terutama, secara khusus untuk mendukung pendanaan perawatan dan perbaikan pesawat agar utilisasi pesawat bisa optimal.
Menurut Alvin, emiten berkode saham GIAA ini bisa segera meningkatkan perawatan pesawat. Termasuk memastikan perawatan berkala, perbaikan, dan penggantian komponen yang dibutuhkan untuk menjaga keselamatan dan operasional pesawat.
“Ini mengurangi risiko kecelakaan dan keterlambatan penerbangan akibat masalah teknis,” kata Alvin kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Alvin menuturkan, suntikan dana ini bahkan memungkinkan Garuda untuk melakukan modernisasi armada, memperbaiki pesawat yang sudah ada, atau bahkan membeli pesawat baru.
“Armada yang modern dan terawat baik akan meningkatkan efisiensi operasional dan kenyamanan penumpang,” sebutnya.
Yang terpenting, sambung Alvin, dengan perbaikan kinerja, Garuda mampu menyelesaikan utang. Atau paling tidak, mengurangi beban utang yang selama ini membebani operasionalnya.
Baca juga : Tepis Tuduhan KDRT Ke Suami
“Pengurangan utang akan meningkatkan stabilitas keuangan Garuda dan kemampuannya untuk berinvestasi,” katanya.
Alvin menilai, kinerja Garuda tahun 2024 lumayan bagus. Terutama di rute internasionalnya. Menurutnya, dari 11 airlines nasional yang melayani rute internasional, hanya tiga yang mengalami market share growth. Yaitu, Garuda, Trans Nusa & Super Air Jet.
“Kinerja maskapai lainnya justru mengalami penurunan,” ungkapnya.
Alvin mengatakan, selama 2024 Garuda mengangkut 2,53 penumpang rute internasional. Naik hampir 1 juta penumpang (62,9 persen) dibanding 2023 yang hanya mengangkut 1.567.926 penumpang.
Market share juga naik dari 19,01 persen pada 2023 menjadi 24,63 persen pada 2024.
Sedangkan untuk rute domestik, kinerja Garuda juga tergolong baik. Jumlah penumpang naik 2,35 juta (37,2 persen) dari 6,31 juta orang, menjadi 8,67 orang. Market share meningkat dari 9,57 persen menjadi 13,16 persen.
“Peningkatan kinerja yang bagus, sehingga diharapkan dengan bantuan pinjaman dari Danantara, kinerja Garuda di tahun 2025 makin membaik,” tutup mantan anggota DPR ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya