Sebelumnya
Program Polri Presisi sudah berjalan beberapa tahun. Sejauh mana implementasinya sampai tingkat paling bawah?
Transformasi menuju Polri Presisi sudah berjalan hampir 5 tahun, diterjemahkan dalam program Quick Wins Presisi dan kini dilanjutkan Beyond Trust Presisi. Program ini dijabarkan dalan 7 program, 14 kegiatan, dan 46 indikator, yang dipantau secara berkala setiap tiga bulan, termasuk memperhatikan survei public dan isu yang berkembang di media mainstream.
Berdasarkan evaluasi sampai dengan saat ini, Transformasi Menuju Polri yang Presisi telah diimplementasikan dengan baik oleh seluruh satuan hingga tingkat Kecamatan dan Desa melalui Bhabinkamtibmas. Berdasarkan hasil evaluasi TW I pada tahun 2025, indeks kumulatif penilaian dari seluruh Polda jajaran mencapai angka 3,2 dari 4 dengan kategori Baik.
Apa langkah Polri memperkuat pendekatan humanis dalam penegakan hukum dan pelayanan publik?
Polri senantiasa berkomitmen untuk memperkuat pendekatan humanis dalam setiap lini tugas, baik dalam penegakan hukum maupun pelayanan publik. Pendekatan humanis dalam penegakan hukum diwujudkan melalui penguatan restorative justice dalam menangani perkara-perkara ringan, sehingga dapat diselesaikan dengan cara yang berfokus pada pemulihan keadaan korban.
Baca juga : Orang Kepercayaannya Kena OTT, Bobby Siap Diperiksa KPK
Selain itu, untuk melakukan pendekatan humanis dalam penegakan hukum terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya, Polri juga telah membentuk Direktorat PPA dan PPO. Selama proses penanganan, korban perempuan dan anak akan didampingi oleh penyidik perempuan sehingga korban dapat merasa lebih aman dan tenang.
Sementara itu dalam hal pelayanan publik, Polri mengembangkan layanan berbasis digital yang diharapkan mampu meminimalisir penyimpangan dan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan Polri. Selanjutnya, kami juga memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian di tengah masyarakat, sehingga Polri dapat selalu hadir dan memberikan dampak nyata terhadap stabilitas Kamtibmas sampai dengan tingkat terbawah.
Apakah ada rencana untuk melakukan transparansi lebih dalam proses rekrutmen, promosi, dan penegakan disiplin di internal Polri?
Tentu. Transparansi dalam proses rekrutmen, promosi, dan penegakan disiplin merupakan bagian penting dari reformasi di tubuh Polri. Kami menyadari bahwa kepercayaan publik terhadap institusi Polri harus dibangun dari dalam, dimulai dengan pembenahan sistem internal yang akuntabel dan terbuka.
Dalam rekrutmen, kami menerapkan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), yang didukung oleh pengawasan ketat baik dari unsur internal maupun eksternal. Proses seleksi dilaksanakan secara digital, terbuka, dan dapat dipantau secara real-time, sehingga potensi praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dapat dicegah.
Baca juga : Sekolah Libur, MBG Tetap Jalan
Untuk promosi jabatan, kami mengedepankan sistem meritokrasi yang menilai kinerja dan rekam jejak personel, termasuk dalam hal sikap, pelayanan kepada masyarakat, serta kualitas kepemimpinannya. Kanal aduan dan evaluasi juga dibuka untuk menjamin seluruh proses berjalan objektif dan transparan.
Sementara itu, dalam hal penegakan disiplin, kami terus memperkuat peran Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) serta pengawasan internal lainnya. Kami memastikan bahwa setiap pelanggaran, sekecil apa pun, akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Polri juga terbuka terhadap kritik dan saran masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun institusi yang semakin Presisi.
Bagaimana kondisi mental dan kesejahteraan anggota Polri saat ini? Apakah ada pembenahan sistemik untuk memperbaiki keseimbangan antara tugas dan haknya?
Kesejahteraan dan kesehatan mental anggota Polri merupakan fokus utama kami dalam membentuk institusi yang profesional dan humanis.
Kami menyadari bahwa anggota Polri menghadapi beban kerja yang tinggi, apalagi dalam kondisi sosial yang terus berubah dan menuntut kehadiran mereka di berbagai lini. Oleh karena itu, kami melakukan berbagai pembenahan strategis dan berkelanjutan.
Baca juga : Janji Menlu Kepada DPR, Nama Calon Dubes AS Diserahkan Pekan Ini
Upaya tersebut antara lain dengan meningkatkan kualitas fasilitas perumahan dinas, memperluas akses layanan kesehatan, dan memberikan insentif berbasis kinerja dan risiko tugas. Kami juga bekerja sama dengan berbagai instansi untuk memastikan adanya perlindungan sosial bagi anggota dan keluarganya.
Selain itu, kami menerapkan sistem manajemen SDM berbasis merit, di mana anggota yang berprestasi diberi penghargaan, sementara pelanggaran ditangani dengan tegas. Kami juga membentuk unit layanan psikologi yang siap memberikan pendampingan bagi personel yang membutuhkan dukungan mental dan emosional.
Jika Bapak bisa menyampaikan satu pesan kepada seluruh anggota Polri dan masyarakat Indonesia di Hari Bhayangkara ke-79, apa yang ingin Bapak sampaikan?
Terima kasih kepada insan Bhayangkara di seluruh penjuru tanah air atas pengabdian yang tulus kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Terus junjung tinggi komitmen untuk menjadi anggota Polri yang profesional, dekat dan dicintai masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.