Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Janji Menlu Kepada DPR, Nama Calon Dubes AS Diserahkan Pekan Ini
Selasa, 1 Juli 2025 07:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kursi Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Amerika Serikat (AS) yang sudah lama kosong segera terisi. Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono berjanji menyerahkan daftar nama calon Dubes AS pekan ini ke DPR.
Komitmen itu disampaikan Menlu saat rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (30/6/2025). Rapat yang digelar pukul 10.00 WIB ini, turut dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir dan sejumlah diplomat tinggi Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
Rapat dibuka oleh Ketua Komisi I Utut Adianto, yang ditemani Wakil Ketua Komisi I Sukamta, dan Anton Sukartono. Sedangkan Budisatrio Djiwandono ditunjuk menjadi pimpinan rapat.
Baca juga : Resmikan Kantor Baru Danantara, Prabowo Ditemani Gibran
Dalam rapat ini, Menlu mengakui kekosongan posisi dubes di sejumlah negara penting seperti AS, memang menimbulkan pertanyaan banyak pihak. Antara lain seputar proses diplomasi yang dijalankan.
Namun, Menlu menekankan, Pemerintah telah mengantongi nama-nama untuk mengisi posisi dubes yang kosong. Dia pun berjanji bakal segera mengirimkan surat usulan calon Dubes RI untuk AS pekan ini.
“Saya berharap dalam satu-dua hari ini sudah ada surat ke DPR,” ujar Politisi Gerindra itu.
Baca juga : SBY & 35 Artis Indonesia Luncurkan Video Musik
Menlu mengakui, proses pergantian dubes yang lama memang kesalahannya. Dia menyebut, butuh kualifikasi ketat saat menyaring nama-nama yang masuk ke meja kerjanya.
“Saya kira ini juga kesalahan kami sehingga proses ini tidak berlangsung dengan cepat dan smooth,” ungkapnya.
Namun, dia menekankan, meski saat ini belum ada dubes definitif di sejumlah negara, Kemlu tetap bisa menjalankan misi diplomasi melalui kuasa usaha ad interim. Meski begitu, dia mengakui, kehadiran dubes definitif tetap krusial, khususnya di negara-negara sahabat utama seperti AS. “Oleh karena itu, kami pastikan pengisian jabatan ini jadi prioritas,” tegasnya.
Baca juga : Kemenhut Evaluasi Total SOP Pendakian Gunung
Ketika pembahasan soal posisi dubes mulai masuk ke rincian negara dan nama, Menlu tiba-tiba meminta agar rapat digelar tertutup. Dia mengusulkan kepada pimpinan rapat untuk menskors sidang dan mengeluarkan semua pihak yang tidak berkepentingan dari ruangan, termasuk awak media. “Pak Pimpinan, saya minta agar rapat dilanjutkan secara tertutup,” pinta Sugiono.
Permintaan itu langsung disetujui oleh Wakil Ketua Komisi I Budi Djiwandono yang menjadi pimpinan rapat. Dia pun mengetuk palu sebagai tanda bahwa rapat di stop sementara dan semua non-anggota diminta keluar dari ruang sidang.
Sebelum rapat beralih ke mode tertutup, Menlu telah memaparkan situasi geopolitik global, serta tantangan diplomasi Indonesia di tengah perang tarif dan ketegangan di Timur Tengah. Dia juga menyebut bahwa kekosongan dubes akan segera dituntaskan dalam waktu dekat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya